radar jember - Saga transfer Ardon Jashari dari club brugge ke AC Milan semakin meruncing.
Terbaru, pihak manajemen club Brugge memberikan pernyataan sinis kepada Milan.
Mereka tak ingin kehilangan pemain potensialnya begitu saja.
"Kami yakin siklus Ardon di Brugge belum selesai. Dengan segala hormat dia pemain potensial milik kami. Anda tentu tidak bisa pergi begitu saja," tegas Bob Madou, CEO Club Brugge kepada media luar negeri.
Akhirnya Brugge angkat bicara lewat CEO dan DS mereka.
Namun, bukan kabar baik seperti yang diharapkan, melainkan pernyataan yang memancing kekecewaan bahkan cukup sinis dan meremehkan.
Menurut jurnalis asal Italia Moretto, Tawaran terakhir Milan adalah 32.5jt + bonus yang mencapai 37.5 jt total, sesungguhnya ini adalah tawaran yang baik.
Namun Brugge bersikeras meminta biaya pokok 35jt dengan bonus hingga 40juta, lalu syarat bonus tersebut harus mudah dicapai.
Jashari sendiri tidak menginginkan pilihan lain: ia hanya ingin ke Milan. Brudge secara tidak langsung seperti mengekang pemainnya yang sudah ingin pindah.
Jurnalis Sport Italia, Antonello Gioia juga bereaksi terhadap pernyataan Brudge:
"Mereka memang berhak menerima atau menolak tawaran, tetapi pernyataan sinis seperti itu - terutama melihat Milan telah memberi tawaran yg signifikan (bukan tawaran remeh yang jauh dari harga pemain) - sama sekali tidak memiliki nilai moral, bahkan terhadap pemain itu sendiri"
Editor : M. Ainul Budi