Radar Jember - Tiga puluh pemain telah dikantongi Persid dari hasil seleksi.
Walau begitu, pelatih tim berjuluk Macan Sangar, akan menyusutkan jumlah tersebut sesuai dengan kebutuhan tim dan skema permainan.
Diketahui, sejak seleksi dibuka Sabtu dan Minggu (16–17/8), tercatat ada sekitar 130 pemain dari berbagai wilayah yang hadir di Stadion Notohadinegoro.
Tak hanya dari Jember, bahkan ada pemain asal Papua yang turut mencoba peruntungan.
Namun, dari jumlah tersebut hanya 30 nama terpilih.
Pelatih Persid Jember, Agus Yuwono, menyampaikan bahwa seleksi ini menjadi tahapan awal untuk melihat kualitas dan kesiapan pemain.
“Pesertanya cukup beragam, ada juga yang datang jauh-jauh dari Papua. Sayang, ada yang mengalami cedera sehingga tidak bisa tampil maksimal,” terangnya.
Agus menegaskan, 30 pemain yang terjaring saat ini belum final.
Masih akan ada penjaringan lagi sesuai kebutuhan tim.
“Komposisi ini bisa berubah. Kami ingin pemain yang betul-betul siap, punya motivasi tinggi, disiplin, dan profesional. Itu yang utama,” ujarnya.
Menurutnya, potensi pemain lokal Jember sebenarnya tidak kalah bagus.
Dia menilai dari pengalaman saat menangani Persema pada 2023, banyak talenta berbakat yang berasal dari Jember.
“Sebetulnya kualitas pemain Jember cukup menjanjikan. Tinggal bagaimana mengasah dan menyiapkan mereka agar bisa tampil lebih baik,” tambah pelatih asal Malang itu.
Agus yang pernah menukangi Arema U-20 dan Persema Malang menegaskan, dalam sepak bola modern tidak ada kekhususan bagi pemain dari daerah tertentu.
Semua akan dipandang sama oleh tim pelatih.
“Yang kami cari adalah pemain yang benar-benar siap bertanding, mampu bekerja sama dalam tim, dan paham transisi permainan,” ungkapnya.
Saat ini, mayoritas peserta seleksi berasal dari kalangan muda.
Hal itu menurut Agus positif, karena menunjukkan adanya regenerasi.
Namun, ia mengingatkan pentingnya kesiapan fisik dan mental untuk bersaing di level kompetitif.
“Potensi memang banyak, tapi kita harus cari yang benar-benar siap. Latihan ke depan akan difokuskan pada penguatan kondisi fisik, pemahaman taktik, hingga kekompakan tim,” jelasnya. (yul/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh