Radar Jember - Empat SSB perwakilan Jember gagal menembus semifinal Piala Soeratin Provinsi Jatim.
Dua di antaranya adalah Denny Soccer Academy (DSA) dan Biting Putra Jaya (BPJ) yang bertanding pada kelompok umur 13 tahun.
Sedangkan di kelompok umur 15 tahun, Jember diwakili Pordes FC dan Bhineka FC.
Jember merupakan satu-satunya kabupaten/kota yang mengirimkan empat tim.
Kondisi demikian juga tidak jauh berbeda dengan seniornya, yaitu Persid U-17.
Berkompetisi di Piala Soeratin U-17 Jatim, Persid junior justru terjungkal terlebih dahulu di fase grup.
Wakil Ketua Askab PSSI Jember Andik Slamet menyampaikan, tim perwakilan Jember sudah menunjukan performa gemilang pada Piala Soeratin Provinsi yang berlangsung pekan ini di Kabupaten Lamongan.
Namun, ketika berhadapan dengan akademi tim liga satu, tim-tim tersebut akhirnya tumbang.
“Di Piala Soeratin ada SSB terafiliasi Askab, klub amatir juga Klub liga satu. Askab bukan gagal dalam melakukan pembinaan, namun tak bisa dimungkiri klub Liga 1 memiliki akademi yang lebih unggul. Selain itu, ada faktor keberuntungan juga, kemarin kurang beruntung,” terangnya.
Hal itu terbukti dengan kekalahan Pordes FC U-15 dan BPJ U-13 yang sama-sama gugur melawan akademi klub Liga 1, Deltras Sidoarjo.
Oleh karenanya, Askab PSSI Jember harus berupaya mengimbangi kedigdayaan klub-klub Liga 1 satu dalam menatap Piala Soeratin tahun depan.
“Pasti ada pembelajaran dan evaluasi dari Piala Soeratin tahun ini, dan pasti ada strategi untuk tampil lebih baik di tahun depan,” terangnya.
Andik juga menyampaikan, keempat klub tersebut harus berkompetisi secara mandiri tanpa bantuan dari Askab.
Mulai dari transportasi, penginapan, termasuk kebutuhan gizi, semuanya ditanggung secara mandiri oleh klub.
Hal itu karena Askab sudah tak memiliki anggaran untuk memberi support.
“Kami sudah jor-joran untuk membiayai Porprov di Malang Raya kemarin, itu Porprov kami kan berangkat mandiri. Jadi, sudah banyak terpakai di situ. Kalau ada dananya, Askab bisa memberikan support seperti yang dilakukan di Probolinggo,” katanya.
Dia juga menambahkan, jangankan biaya untuk memberikan support pada empat SSB dalam Piala Soeratin Jatim.
Pihaknya mengaku kesulitan dalam membiayai Piala Soeratin tingkat kabupaten.
“Di Jember biaya pendaftaran Piala Soeratin sebesar Rp 500 ribu, itu untuk membiayai wasit dan semuanya. Sedangkan di Piala Soeratin di Malang biaya pendaftarannya Rp 1,5 juta,” terangnya. (yul/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh