Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BACA JUGA : Sasar Kalangan Pemula di Eropa, Zontes Luncurkan Maxi-Skuter 125M
Salah satu warga asal Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, Achmad Fuad Ilham, mempunyai cara untuk mengatasi laptop yang lemot atau cara kerjanya lambat. Di antaranya, hapus program yang tidak dipakai. Ketika seseorang pertama kali membeli laptop, mungkin akan menemukan beberapa aplikasi yang sudah ter-install sebelumnya atau lebih dikenal dengan bloatware. "Aplikasi yang tidak terpakai lebih baik dihapus, karena bisa memakan memori," ujarnya.
Kemudian, matikan program yang otomatis dijalankan. Matikan beberapa program yang berjalan saat startup tersebut untuk menghindari laptop menjadi lambat. Bukalah task manager dan pilih tab startup, lalu periksa di dalamnya apakah terdapat program yang membebani proses startup.
Fuad melanjutkan, gunakan antivirus ringan. Tidak sedikit program antivirus akan membuat kinerja laptop menjadi lebih berat. Pilihlah varian antivirus yang ringan dan tidak akan membebani laptop itu sendiri. "Pakai aplikasi antivirus yang tidak terlalu memberatkan laptop," terangnya kepada Jawa Pos Radar Jember.
Kemudian, manfaatkan program yang memiliki fitur lite. Tidak semua laptop berusia lawas memiliki kemampuan untuk menjalankan program-program terbaru. Seorang pengguna bisa memanfaatkan program yang memiliki fitur Lite supaya bisa digunakan pada laptop dengan hardware lawas dengan mudah dan tidak membuat lemot.
Terakhir yaitu membersihkan laptop secara berkala. Debu yang menumpuk terlalu lama dan menghambat aliran udara bisa membuat kinerja laptop menjadi lemot. Seorang pengguna bisa membersihkan laptop dari debu yang berada di dalam laptop secara berkala supaya laptop tidak panas dan menjadi lelet. (faq/c2/nur)
Advertisement
Advertisement
Artikel Terkait
Advertisement
Berita Terkini
Advertisement
Advertisement



