Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cetuskan Aplikasi Desaqu, Permudah Layanan Masyarakat Berbasis Android

S
Penulis: Safitri❯
INSPIRATIF: Miftah, lulusan S-2 Pukyong National University, Korsel, mencetuskan smart village melalui aplikasi Desaqu.
INSPIRATIF: Miftah, lulusan S-2 Pukyong National University, Korsel, mencetuskan smart village melalui aplikasi Desaqu.
JEMBER, RADARJEMBER.ID - Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, punya layanan berbasis Android. Ini berkat kegigihan M Miftah Khoirul Fahmi, warga setempat. Pemuda itu sempat kuliah S-2 di Business Administration, Pukyong National University, Busan, Korea Selatan, dan pulang untuk membangun desanya.

BACA JUGA : Pastikan Tak Keluar dari AFF, PSSI Akan Balas Sikap Thailand dan Vietnam

Pemuda kelahiran 1993 itu melanjutkan program S-2 di Korea Selatan selama dua tahun, setelah lulus dari Universitas Brawijaya, Malang. Dia tidak seperti mahasiswa kebanyakan yang kuliah di luar negeri. Dia tidak langsung kerja, namun memilih pulang untuk menerapkan ilmu dan pengalamannya di desanya. “Saya rindu ke ibu,” katanya.

Selama meninggalkan Jember dengan program beasiswa S-2, dia merasakan kebanyakan desa di Indonesia, khususnya di Jember, masih biasa saja. “Saya merasa miris jika membandingkan desa di Korsel dengan desa di Indonesia,” tuturnya.

Bersama lima temannya yang sama-sama kuliah di Korsel, dia menerapkan smart village dengan menciptakan aplikasi. Aplikasi layanan publik berbasis Android bernama Desaqu.

Desaqu dibuat bukan hanya untuk satu peruntukan. Banyak hal yang dapat diakses menggunakan aplikasi tersebut. Namun, untuk saat ini aplikasi Desaqu masih memberikan layanan adminduk, khususnya kepengurusan administrasi desa dan pemetaan masyarakat. Tak hanya itu, aplikasi tersebut juga dapat mengakses layanan damkar. "Dalam watu dekat juga akan diberi fitur layanan kepolisian. Tapi, masih menunggu konfirmasi," katanya.

Selain itu, akan membantu kinerja pemerintah. Layanan kepada masyarakat nantinya akan lebih efisien. “Aplikasi Desaqu dapat mempermudah masyarakat di desa ataupun yang tinggal di luar desa dalam mengurus administrasi di desa,” ungkapnya.

Melalui aplikasi tersebut pemerintah desa dapat memiliki data yang akurat. Seperti untuk mendata balita yang ada di desa. “Bahkan untuk mendata penduduk yang jomblo juga bisa,” ucapnya sambil tertawa.

Aplikasi tersebut dia buat dengan tujuan membantu pemerintah dalam melayani masyarakat. Dengan melek teknologi, semua kebijakan yang dikeluarkan bisa tepat sasaran. Dia prihatin jika pemerintah di era sekarang masih menggunakan catatan manual.

Motivasi menciptakan aplikasi ini karena di Korea Selatan, tempat dia menempuh pendidikan S-2, masyarakat dan pemerintahannya lebih melek teknologi. “Yang saya temui di Korea Selatan, masyarakatnya lebih melek teknologi daripada Indonesia. Yang digunakan juga teknologi biasa, tapi bisa mencakup semua,” ungkapnya.

Untuk tahap awal, supaya aplikasi tersebut diterapkan, dia memulai menerapkan di lima desa. Dia berharap pemerintah desa dapat membangun wilayah dan masyarakatnya lebih baik. Tidak hanya di bidang infrastruktur, namun di teknologi juga. Guna memudahkan masyarakat dalam mengakses pelayanan publik.

Sementara itu, aplikasi Desaqu dibuat dengan perjuangan yang cukup rumit. Dia harus merekrut orang yang memang satu pemikiran dan mempunyai keterampilan yang baik. Namun, dalam waktu 10 hari Miftah berhasil mencari lima orang yang memang mempunyai kemampuan yang sesuai.

Tak hanya itu, di sela pembuatan aplikasi Desaqu, dia mendapat dukungan penuh dari bupati. Apa yang diimpikan oleh Miftah ternyata juga sama dengan bupati. Dukungan tersebut sangat memperlancar jalannya dalam pembuatan aplikasi Desaqu. (c2/nur)

Advertisement
Advertisement
Editor : Safitri

Artikel Terkait

Jalur Gumitir Banyuwangi - Jember Longsor Lagi, Pengendara Wajib Cek Titik Rawannya Ini

Jalur Gumitir Banyuwangi - Jember Longsor Lagi, Pengendara Wajib Cek Titik Rawannya Ini

Jalur Gumitir, penghubung Jember dengan Banyuwangi, mulai dilanda longsor di sejumlah titik. Hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut menyebabkan beberapa bagian bibir jalan nasional tersebut mengalami longsor dan men

Baca Buku sampai Malam di Jember? Sekarang Dinas Perpustakaan Buka Lebih Lama!

Baca Buku sampai Malam di Jember? Sekarang Dinas Perpustakaan Buka Lebih Lama!

Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan mengadakan Festival Literasi untuk Tahun 2024 dengan beragam aktivitas edukatif.  Festival ini berlangsung dari tanggal 3 Oktober hingga 4 November 20

Awas Kesetrum! Kabel PJU Putus Tertimpa Pohon Keleleran di Jalur Gumitir Jember

Awas Kesetrum! Kabel PJU Putus Tertimpa Pohon Keleleran di Jalur Gumitir Jember

Kabel PJU di jalur Gumitir putus tertimpa pohon tumbang hingga menyebabkan 25 lampu padam dan membahayakan warga karena membentang di tanah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer