Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Renault Gandeng Monagem untuk Amankan Pasokan Baterai

S
Penulis: Safitri❯
Caption Foto : Foto Dokumen: Mobil baru Renault Megane E-Tech 100 persen Electric ditampilkan menjelang Munich Motor Show 2021 selama presentasi di Aubervilliers dekat Paris, Prancis, 2 September 2021.
Caption Foto : Foto Dokumen: Mobil baru Renault Megane E-Tech 100 persen Electric ditampilkan menjelang Munich Motor Show 2021 selama presentasi di Aubervilliers dekat Paris, Prancis, 2 September 2021.
JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Untuk mengamankan pasokan baterai untuk kendaraan listrik, pabrikan mobil Prancis Renault Group menggandeng Managem Group, perusahaan pertambangan dan hidrometalurgi Maroko.

BACA JUGA : Produk Digital Lead Validator dari JALA.ai Rambah Bisnis Otomotif

Managem Group dalam kerja sama itu akan memasok 5.000 ton kobalt sulfat per tahun untuk jangka waktu 7 tahun, dengan pengiriman pertama pada tahun 2025.

Setelah studi teknik, Grup Managem berencana berinvestasi dalam pembangunan pabrik yang berlokasi di dalam Kompleks industri Guemassa, Maroko untuk mengubah bijih kobalt menjadi kobalt sulfat.

Melalui kemitraan ini, Grup Renault telah menjamin pasokan kobalt sulfat yang signifikan, mewakili kapasitas produksi baterai tahunan hingga 15 GWh, kata Renault dalam pernyataan resmi awal Juni ini.

Kerja sama langsung keduanya ini akan menjamin sistem keterlacakan jangka panjang untuk rantai pasokan kobalt untuk baterai. Hal ini juga bertujuan mengurangi dampak terhadap lingkungan, khususnya berkat pengetahuan Managem Group yang telah mengoptimalkan efisiensi energi di fasilitas mereka melalui peningkatan penggunaan energi hijau, lebih dari 80 persen di antaranya berasal dari tenaga angin.

Perjanjian ini terutama mencakup kemungkinan untuk Grup Managem, Grup Renault dan mitra Aliansinya memajukan kerja sama lebih lanjut dalam penyediaan mangan dan tembaga sulfat, serta daur ulang bahan baterai dalam putaran pendek.

Menyusul pembentukan pusat industri yang didedikasikan untuk kendaraan listrik Renault ElectriCity, Grup Renault memposisikan dirinya sebagai pemain kunci baterai yang lebih efisien, rendah karbon, dan dapat digunakan kembali.

Renault Grup bertujuan mengurangi jejak karbon baterainya sebesar 20 persen pada 2025 dan sebesar 35 persen pada 2030, dibandingkan dengan tahun 2020.
Dikombinasikan dengan kemitraan dengan Vulcan untuk mengamankan lithium karbon rendah dan Terrafame untuk nikel sulfat rendah karbon, perjanjian ini menandai langkah baru menuju pengurangan jejak lingkungan dari kendaraan listrik dan tujuan Renault Grup untuk netralitas karbon di Eropa pada tahun 2040, demikian dikutip dari Battery Industri pada Senin. (*)

 

Editor : Yerri Arintoko Aji

Foto : ANTARA/REUTERS/Eric Gaillard

Sumber Berita : Antara

 

Advertisement
Advertisement
Editor : Safitri

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer