Radar Jember - Marco Bezzecchi perlahan menjelma jadi pahlawan baru Aprilia.
Sejak bergabung dengan tim pabrikan Noale itu, performa rider Italia itu terus menanjak.
Ia sukses mencetak sederet hasil impresif, termasuk podium di Assen dan Brno, serta enam kali finis lima besar dalam lima seri terakhir.
Bezzecchi kini duduk di posisi keempat klasemen MotoGP 2025 dengan 156 poin, dan menjadi rider terbaik Aprilia musim ini.
Meski demikian, ia tetap rendah hati dan tak lupa pada akar kariernya—yakni VR46 Academy yang dibangun oleh legenda MotoGP, Valentino Rossi.
Bezzecchi mengaku masih jauh dari kata "sempurna" sebagai pembalap MotoGP, meskipun penampilannya tengah menanjak.
“Saya rasa saya belum berada di level 100 persen. Memang saya sudah berkembang pesat dari tahun ke tahun, tapi selalu ada hal baru yang bisa dipelajari,” ujar Bezzecchi, dikutip Radar Jember dari laman Motosan.
“Kalau kita berhenti berkembang, kita akan tertinggal. Kompetitor juga terus meningkat. Ada area yang sudah saya kuasai, seperti fisik—saya tahu bagaimana berlatih dan mempersiapkan diri untuk mengendarai motor. Tapi soal skill dan lainnya, masih banyak yang bisa diasah,” tambahnya.
Tahun ini merupakan musim pertama Bezzecchi sebagai pembalap resmi tim pabrikan.
Ia mengaku banyak belajar dari struktur dan cara kerja Aprilia.
“Saya belajar banyak hal di Aprilia, tapi saya tak mau sebutkan semuanya,” ucapnya disusul tawa.
“Kalau pindah motor atau tim, pasti harus beradaptasi. Dan itu berarti kamu harus mempelajari hal baru,” sambungnya.
Bersyukur Jadi Bagian dari VR46 Academy
Bezzecchi merupakan salah satu lulusan terbaik VR46 Academy, tempat bernaung para talenta muda Italia.
Seperti Pecco Bagnaia, Fanco Morbidelli, dan Luca Marini.
Baginya, bisa dibina langsung oleh Valentino Rossi adalah sebuah berkah besar.
“Bekerja di akademi adalah keberuntungan besar,” ungkap pemilik nomor 72 itu.
“Vale punya segudang pengalaman. Ia selalu jadi pembalap top di setiap kategori. Ia terus memberi kami banyak nasihat,” ungkapnya.
Meski begitu, Bezzecchi sadar, menyamai Rossi adalah hal yang nyaris mustahil.
“Vale itu inspirasi yang luar biasa, tapi tak mungkin ada yang bisa benar-benar menjadi seperti dia. Tapi, kami bisa belajar banyak dari caranya menghadapi balapan dan gaya kerjanya,” ujarnya.
Bezzecchi juga memuji atmosfer di dalam tim milik Rossi yang ia tempati selama lima tahun, sebelum naik ke tim pabrikan.
“Semangatnya terasa banget. Semua anggota tim punya pengalaman panjang di berbagai level. Struktur yang mereka bangun sangat profesional, dan terus meningkat dari tahun ke tahun,” jelasnya.
“Apa yang mereka lakukan untuk saya luar biasa. VR46 punya andil besar dalam membentuk saya sebagai pembalap MotoGP. Keluarga saya juga berperan penting. Saya beruntung punya keluarga yang selalu mendukung dan memberikan yang saya butuhkan. Semua ini kombinasi dari banyak faktor,” punkgasnya.
Editor : Imron Hidayatullahh