Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BACA JUGA : Ayah Pemerkosa Anak Kandung di Jember Dituntut 19 Tahun, Denda Rp 1 Miliar
Pria 30 tahun itu menceritakan pengalaman karirnya bersama Federasi Arum Jeram Indonesia (FAJI) Jember. Bahkan dirinya pernah menyabet medali emas di Porprov Banyuwangi, beberapa tahun lalu.
Meski sudah mengantongi prestasi level provinsi, Rezha tak mau berpuas diri. Impiannya untuk dapat membela Jatim dalam event sekelas PON belum juga terwujud. Dari situlah, sebagai atlet, dirinya tak ingin karirnya mandek hanya gara-gara tak bisa menjadi kontingen Jatim.
Akhirnya, Rezha juga mencoba peruntungan di olahraga paralayang. Terlebih, dirinya sesekali mengikuti liga paralayang. “Saya juga suka olahraga udara, seperti paralayang,” bebernya.
Beberapa tahun berselang, Rezha kembali tak berpuas diri. Inisiatifnya untuk tetap menggeluti dunia olahraga air terus berjalan. Rezha pun mengikuti seleksi wasit FAJI pada kejuaraan PON. “Kalau sebagai atlet saya tidak lolos seleksi, minimal harus jadi wasit,” ungkapnya.
Impian itu akhirnya terwujud. Setelah ada informasi seleksi wasit arum jeram pada tahun 2016 silam. “Alhamdulillah, saya akhirnya lolos jadi wasit pada PON Jawa Barat, beberapa tahun lalu,” lanjutnya.
Setelah jadi wasit PON, Rezha terus menapaki karirnya di level nasional. Rezha sering diundang menjadi wasit pada setiap kejuaraan arum jeram. Bahkan, kini dirinya mempersiapkan diri untuk menjadi wasit pada perhelatan kejurnas. (c2/bud)
Advertisement
Advertisement
Artikel Terkait
Advertisement
Berita Terkini
Advertisement
Advertisement



