BACA JUGA : Beri Tameng Radikalisme di Madrasah
Ketiga mahasiswa tersebut adalah angkatan 2019. Ajeng Gendis Purborini, mahasiswi Program Studi Agrobisnis Fakultas Pertanian, ke University of Warsawa Polandia. Serta dua mahasiswa asal Program Studi Hubungan Internasional FISIP. Yakni Rizki Soraya yang akan berangkat ke Palacky University Olomouc, Republik Ceko. Sementara, M Abdul Aziz Farhan memilih University of Granada di Spanyol sebagai tujuan kuliahnya.
Rasa syukur dan bangga diungkapkan oleh Gendis. Sebab, impian kuliah di luar negeri tercapai, sekaligus bangga bisa membawa nama Unej. Betapa tidak, diperkirakan ada 10 ribuan mahasiswa dari seluruh Indonesia yang melamar, namun hanya sepuluh persen saja yang diterima. Mereka diseleksi berdasarkan prestasi akademik dan nonakademik, tugas membuat esai, kemampuan bahasa Inggris, dan tentu saja lulus tes wawancara. Selanjutnya, peserta yang lolos akan mengikuti kuliah selama satu semester di perguruan tinggi di luar negeri yang dipilih.
Program IISMA adalah salah satu program dalam rangkaian kegiatan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM). “Alhamdulillah, berkat program IISMA, impian saya kuliah di luar negeri bisa terwujud,” katanya.
Harapan Gendis kuliah di Polandia agar semakin paham bagaimana bisnis internasional pertanian dilakukan dan bagaimana politik kebijakan di bidang pertanian dijalankan di negara-negara Eropa. Selain mengikuti perkuliahan, Gendis dan kawan-kawan telah mempersiapkan diri untuk memperkenalkan Indonesia dan masing-masing daerah asal di depan khalayak Polandia. “Saya berencana membawa dan memperkenalkan kain batik, dan tentu saja mengenalkan Universitas Jember dan kota Jember di kampus University of Warsawa, Polandia,” tutur mahasiswi asli Jember itu.
Persiapan serius juga dilakukan oleh Rizki Soraya. Mahasiswi berkacamata ini tertarik kuliah di perguruan tinggi tertua nomor dua di Republik Ceko karena menawarkan mata kuliah spesifik yang sangat menarik perhatiannya, yakni mata kuliah Central European Culture and Society. “Sejak awal kuliah saya tertarik dengan kajian mengenai negara-negara Eropa. Jadi, adanya program IISMA ini memberikan jalan bagi saya untuk mendalami dan mengetahui langsung kondisi sosial budaya dan ekonomi Eropa, khususnya Eropa tengah. Siapa tahu dengan ikut serta di program IISMA akan membuka peluang meneruskan studi jenjang S-2 ke perguruan tinggi di Eropa,” kata mahasiswi asal Jakarta yang akan berangkat ke Republik Ceko pada Agustus itu.
Rizki sendiri sudah berancang-ancang akan mengenalkan masakan Indonesia kepada khalayak di Republik Ceko. Sebagai Humas Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Model United Nations Universitas Jember, Rizki berniat melakukan studi banding dengan unit kegiatan mahasiswa serupa di Palacky University Olomouc. UKM Model United Nations adalah UKM yang mewadahi mahasiswa yang tertarik mempelajari seluk-beluk proses sidang dan kegiatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Rektor Universitas Jember Iwan Taruna menyampaikan rasa bangga atas prestasi mahasiswanya berhasil mengikuti kuliah di perguruan tinggi luar negeri melalui program IISMA. Dia berharap keberhasilan ini akan memacu lebih banyak lagi mahasiswa Unej untuk aktif di berbagai program yang ada di MBKM. Untuk diketahui, tahun ini ada 33 mahasiswa Unej yang melamar di program IISMA dan tiga orang berhasil lolos. “Manfaatkan kesempatan belajar di kampus luar negeri yang masuk dalam rangking Top 300 QS dengan sebaik-baiknya, dan jaga nama baik almamater serta Indonesia,” pesan Rektor Unej ini. (ika/c2/dwi) Editor : Safitri