alexametrics
22.7 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Terapkan Budaya Kerja dan K3 di Lingkungan SMKN 8 Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Paving berwarna hijau dan juga terdapat garis kuning, menghiasi jalan di halaman SMK Negeri 8 Jember. Setiap jalan yang menghubungkan bangunan satu ke bangunan lainnya, juga berwarna serupa. Siapa sangka warna tersebut bukan sebagai penghias semata, tapi ada maksudnya yaitu sebagai jalan aman untuk berjalan kaki.

“Kalau warna hijau ini sebagai jalur aman untuk pejalan kaki,” ucap Joko Subiantoro, guru Teknik Kendaraan Ringan dan Otomotif (TKRO) SMKN 8 Jember. Pemberian warna hijau sebagai jalur aman penjalan kaki tersebut disamakan dengan kondisi industri. “Kalau di pabrik atau industri, ada jalur aman bagi pejalan kaki, ada juga jalur untuk forklift,” terangnya.

Jawa Pos Radar Jember menuju Teaching Factory (Tefa) bengkel sepeda motor yang juga sebagai bahan ajar jurusan Teknik Bisnis Sepeda Motor (TBSM) siswa SMKN 8 Jember. Bengkel motor tersebut mirip dengan bengkel sepeda motor resmi. Motor juga terpakir rapi di atas bike lift. Juga ada selang yang siap membuang gas dari knalpot.

Mobile_AP_Rectangle 2

Di sisi lain, ada poster yang ditempel di tembok. Tulisannya “kalau berantakan nyawa juga bisa jadi taruhan”. Serta ada juga semboyan 5S 5R. Ringkas, resik, rapi, rawat, dan rajin. “5S itu bahasa Jepang-nya,” tutur Ir Edi Setyono, Kepala SMKN 8 Jember.

Edi menjelaskan, di SMK ada dua hal yang didapat, yakni soft skill dan hard skill. Dalam pengajarannya, hal dasar yang terus dilakukan adalah soft skill. Dengan mengedepankan disiplin, kesopanan, serta karakter budaya bekerja dunia industri dan usaha, softskill tersebut semakin terbenam di siswa dan seluruh tenaga kerja SMKN 8 Jember. Maka, di sekolah pihaknya membiasakan diri dengan nuansa industri atau pabrik.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Paving berwarna hijau dan juga terdapat garis kuning, menghiasi jalan di halaman SMK Negeri 8 Jember. Setiap jalan yang menghubungkan bangunan satu ke bangunan lainnya, juga berwarna serupa. Siapa sangka warna tersebut bukan sebagai penghias semata, tapi ada maksudnya yaitu sebagai jalan aman untuk berjalan kaki.

“Kalau warna hijau ini sebagai jalur aman untuk pejalan kaki,” ucap Joko Subiantoro, guru Teknik Kendaraan Ringan dan Otomotif (TKRO) SMKN 8 Jember. Pemberian warna hijau sebagai jalur aman penjalan kaki tersebut disamakan dengan kondisi industri. “Kalau di pabrik atau industri, ada jalur aman bagi pejalan kaki, ada juga jalur untuk forklift,” terangnya.

Jawa Pos Radar Jember menuju Teaching Factory (Tefa) bengkel sepeda motor yang juga sebagai bahan ajar jurusan Teknik Bisnis Sepeda Motor (TBSM) siswa SMKN 8 Jember. Bengkel motor tersebut mirip dengan bengkel sepeda motor resmi. Motor juga terpakir rapi di atas bike lift. Juga ada selang yang siap membuang gas dari knalpot.

Di sisi lain, ada poster yang ditempel di tembok. Tulisannya “kalau berantakan nyawa juga bisa jadi taruhan”. Serta ada juga semboyan 5S 5R. Ringkas, resik, rapi, rawat, dan rajin. “5S itu bahasa Jepang-nya,” tutur Ir Edi Setyono, Kepala SMKN 8 Jember.

Edi menjelaskan, di SMK ada dua hal yang didapat, yakni soft skill dan hard skill. Dalam pengajarannya, hal dasar yang terus dilakukan adalah soft skill. Dengan mengedepankan disiplin, kesopanan, serta karakter budaya bekerja dunia industri dan usaha, softskill tersebut semakin terbenam di siswa dan seluruh tenaga kerja SMKN 8 Jember. Maka, di sekolah pihaknya membiasakan diri dengan nuansa industri atau pabrik.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Paving berwarna hijau dan juga terdapat garis kuning, menghiasi jalan di halaman SMK Negeri 8 Jember. Setiap jalan yang menghubungkan bangunan satu ke bangunan lainnya, juga berwarna serupa. Siapa sangka warna tersebut bukan sebagai penghias semata, tapi ada maksudnya yaitu sebagai jalan aman untuk berjalan kaki.

“Kalau warna hijau ini sebagai jalur aman untuk pejalan kaki,” ucap Joko Subiantoro, guru Teknik Kendaraan Ringan dan Otomotif (TKRO) SMKN 8 Jember. Pemberian warna hijau sebagai jalur aman penjalan kaki tersebut disamakan dengan kondisi industri. “Kalau di pabrik atau industri, ada jalur aman bagi pejalan kaki, ada juga jalur untuk forklift,” terangnya.

Jawa Pos Radar Jember menuju Teaching Factory (Tefa) bengkel sepeda motor yang juga sebagai bahan ajar jurusan Teknik Bisnis Sepeda Motor (TBSM) siswa SMKN 8 Jember. Bengkel motor tersebut mirip dengan bengkel sepeda motor resmi. Motor juga terpakir rapi di atas bike lift. Juga ada selang yang siap membuang gas dari knalpot.

Di sisi lain, ada poster yang ditempel di tembok. Tulisannya “kalau berantakan nyawa juga bisa jadi taruhan”. Serta ada juga semboyan 5S 5R. Ringkas, resik, rapi, rawat, dan rajin. “5S itu bahasa Jepang-nya,” tutur Ir Edi Setyono, Kepala SMKN 8 Jember.

Edi menjelaskan, di SMK ada dua hal yang didapat, yakni soft skill dan hard skill. Dalam pengajarannya, hal dasar yang terus dilakukan adalah soft skill. Dengan mengedepankan disiplin, kesopanan, serta karakter budaya bekerja dunia industri dan usaha, softskill tersebut semakin terbenam di siswa dan seluruh tenaga kerja SMKN 8 Jember. Maka, di sekolah pihaknya membiasakan diri dengan nuansa industri atau pabrik.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/