alexametrics
32 C
Jember
Thursday, 23 September 2021
spot_imgspot_img

Mahasantri UIN KHAS Harus Aktif di Industri Kreatif

Mobile_AP_Rectangle 1

KALIWATES, RADARJEMBER.ID – Pandemi menuntut seluruh kegiatan terpaksa bertumpu pada teknologi digital. Tak terkecuali pembelajaran, bahkan kajian pun juga demikian. Mahad Al-Jamiah Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember juga tak mengunjukkan diri untuk turut berkontribusi dalam era tersebut. Tak hanya pembelajaran di kampus saja, taklim atau kajian kitab di asrama kampus ini juga tetap dilaksanakan dengan memanfaatkan teknologi digital atau daring.

Sejak pandemi, mahad Al-Jamiah menciptakan ruang kreatifitas bagi para mahasantri berupa studio. Ruangan tersebut dimanfaatkan untuk membuat konten kajian yang tak hanya diperuntukkan bagi mahasantri, namun juga untuk masyarakat umum.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut salah satu pengasuh mahad, Dr Amin Fadlillah, sebagai elemen kampus yang memiliki tagline pusat kajian Islam nusantara, sudah seharusnya mahad membantu merealisasikan program dari tagline tersebut. Apalagi, dunia industri kreatif tak akan berhenti saat pandemi selesai.

“Meskipun pandemi nanti selesai, teknologi digital tetap menjadi kebutuhan. Maka kita sebagai bagian dari kampus, ya memang harus membantu menjadi pusat kajian nusantara. Nah, di era digital seperti saat ini, kita bisa menggelar kajian melalui Youtube atau sosmed,” ungkapnya.

- Advertisement -

KALIWATES, RADARJEMBER.ID – Pandemi menuntut seluruh kegiatan terpaksa bertumpu pada teknologi digital. Tak terkecuali pembelajaran, bahkan kajian pun juga demikian. Mahad Al-Jamiah Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember juga tak mengunjukkan diri untuk turut berkontribusi dalam era tersebut. Tak hanya pembelajaran di kampus saja, taklim atau kajian kitab di asrama kampus ini juga tetap dilaksanakan dengan memanfaatkan teknologi digital atau daring.

Sejak pandemi, mahad Al-Jamiah menciptakan ruang kreatifitas bagi para mahasantri berupa studio. Ruangan tersebut dimanfaatkan untuk membuat konten kajian yang tak hanya diperuntukkan bagi mahasantri, namun juga untuk masyarakat umum.

Menurut salah satu pengasuh mahad, Dr Amin Fadlillah, sebagai elemen kampus yang memiliki tagline pusat kajian Islam nusantara, sudah seharusnya mahad membantu merealisasikan program dari tagline tersebut. Apalagi, dunia industri kreatif tak akan berhenti saat pandemi selesai.

“Meskipun pandemi nanti selesai, teknologi digital tetap menjadi kebutuhan. Maka kita sebagai bagian dari kampus, ya memang harus membantu menjadi pusat kajian nusantara. Nah, di era digital seperti saat ini, kita bisa menggelar kajian melalui Youtube atau sosmed,” ungkapnya.

KALIWATES, RADARJEMBER.ID – Pandemi menuntut seluruh kegiatan terpaksa bertumpu pada teknologi digital. Tak terkecuali pembelajaran, bahkan kajian pun juga demikian. Mahad Al-Jamiah Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember juga tak mengunjukkan diri untuk turut berkontribusi dalam era tersebut. Tak hanya pembelajaran di kampus saja, taklim atau kajian kitab di asrama kampus ini juga tetap dilaksanakan dengan memanfaatkan teknologi digital atau daring.

Sejak pandemi, mahad Al-Jamiah menciptakan ruang kreatifitas bagi para mahasantri berupa studio. Ruangan tersebut dimanfaatkan untuk membuat konten kajian yang tak hanya diperuntukkan bagi mahasantri, namun juga untuk masyarakat umum.

Menurut salah satu pengasuh mahad, Dr Amin Fadlillah, sebagai elemen kampus yang memiliki tagline pusat kajian Islam nusantara, sudah seharusnya mahad membantu merealisasikan program dari tagline tersebut. Apalagi, dunia industri kreatif tak akan berhenti saat pandemi selesai.

“Meskipun pandemi nanti selesai, teknologi digital tetap menjadi kebutuhan. Maka kita sebagai bagian dari kampus, ya memang harus membantu menjadi pusat kajian nusantara. Nah, di era digital seperti saat ini, kita bisa menggelar kajian melalui Youtube atau sosmed,” ungkapnya.


BERITA TERKINI

Wajib Dibaca