Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Membius Pendengar lewat Ketepatan Insting

Safitri • Sabtu, 26 Maret 2022 | 19:53 WIB
BERMAIN MUSIK DJ: Verrel Vania saat perform di Taman Botani Sukorambi, belum lama ini.
BERMAIN MUSIK DJ: Verrel Vania saat perform di Taman Botani Sukorambi, belum lama ini.
JEMBER, RADARJEMBER.ID - Musik menjadi salah satu hal yang mewarnai kehidupan sehari-hari. Namun, tidak semua orang bisa menyajikan yang terbaik. Nah, berawal dari kesukaan mendengarkan musik, akhirnya menjadi keinginan perempuan cantik yang satu ini menjadi pemain musik.

Baca Juga : Resiko Jadi Pawang Hujan Seperti Mbak Rara

Inilah cerita Verrel Vania yang menekuni dunia disc jockey (DJ). Mahasiswa semester akhir Fakultas Hukum Universitas Jember (Unej) itu membagikan pengalamannya bagaimana nge-DJ. Bahkan, dia mengaku, untuk menjadi DJ, tidak memiliki basic bisa memainkan alat musik tidak menjadi persoalan.

Saat di bangku SMP, dia sudah memiliki keinginan untuk bisa nge-DJ. Hingga akhirnya Verrel menemukan kakak tingkatnya yang paham memainkan musik DJ tersebut dan ikut pelatihannya. Verrel mengakui, sebelum fokus belajar musik DJ, dia memiliki basic sebagai pemain drum. "Tidak ada basic menguasai alat musik juga bisa. Tapi lebih baik punya basic," terangnya.

Dia menjelaskan, dalam DJ perlu kesabaran dan harus melewati beberapa tahap. “Jadi, jangan buru-buru menguasai dulu. Namun, ada tahapan-tahapan yang harus dihadapi,” ucapnya.

Menurutnya, yang paling utama adalah keseriusan, sehingga bisa fokus saat belajar. Salah satunya belajar memahami beats per minutes (BPM) atau tempo. “BPM-nya rendah dulu aja, kalau mau belajar,” ucapnya.

Verrel memulai belajar DJ dengan memilih genre house music. Verrel menjelaskan, lagu tersebut BPM-nya rendah dan gampang bagi pemula. Selain itu, penyambungan dari lagu pertama pada lagu kedua tidak terlalu sulit.

Menurutnya, bagi yang ingin belajar harus mampu memperhatikan beat (irama), bar (frase musik dalam lagu), time signature, yaitu tanda waktu menandakan berapa banyak beat dan selama apa beat tersebut dalam satu bar, dan tempo lagu. "Setiap genre beda-beda. House music itu BPM-nya 124-128,” ucapnya.

Dia mengaku, dengan memahami detail BPM, maka akan mudah untuk menggabungkan atau memasukkan lagu satu, kedua, dan seterusnya. “Kalau tidak tepat, penggabungan dan perpindahan lagu satu ke dua ya tidak enak didengar,” terangnya. Memahami tempo inilah yang penting dalam dunia DJ, agar musik yang dihasilkan tetap serasi dan enak di telinga. Verrel menjelaskan, sama dengan bermain alat musik lainnya, insting dalam membaca tempo lagu itu diperlukan. Dengan insting yang tepat, akan dapat membuat pendengar ikut bergoyang.

Dia juga menyampaikan bahwa stigma masyarakat terhadap pemain musik DJ seolah-olah buruk. Menurutnya, yang ada di pikiran masyarakat soal DJ adalah dunia malam. “Padahal sama dengan pemusik lainnya,” paparnya. Bahkan, DJ mengasah kemampuan otak dalam berhitung.

 

 

Jurnalis : Dwi Siswanto
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Nur Hariri

  Editor : Safitri
#Jember #Jember Hari Ini