alexametrics
22.9 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Resiko Jadi Pawang Hujan Seperti Mbak Rara

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Saat ini yang sedang ramai diperbincangkan yaitu pawang hujan karena aksi Mbak Rara saat melakukan pekerjaannya sebagai Pawang Hujan di sirkuit Mandalika pada pertandingan MotoGP. Meskipun gajinya terbilang sangat tinggi, yaitu sampai 3 digit banyaknya, ternyata pekerjaan ini juga mempunyai banyak resiko.

Memang saat menjadi pawang hujan sudah tak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia hingga diremehkan dan dihujat karena pada zaman yang sudah canggih ini masih ada saja yang menggunakan jasa ini. 

Seperti yang kita lihat, menjadi pawang hujan bukanlah pekerjaan untuk sembarang orang. Menjadi pawang hujan perlu mempunyai ilmu khusus tentang cuaca dan koneksi gaib diatas sana. Selain itu, pekerjaan ini juga sangat memerlukan kepercayaan yang tinggi. Jika ada keraguan sedikitpun, bisa jadi aksinya gagal. Dengan begitu, pawang hujan hanya berbekal keyakinan dan doa yang sungguh – sungguh. 

Mobile_AP_Rectangle 2

Saat melakukan pekerjaannya, pawang hujan biasanya memindahkan atau menahan hujan agar tidak turun dalam waktu yang sudah diinginkan tersebut. Dalam memindah atau menahannya, biasanya juga terjadi peperangan dengan pawang hujan yang lain. Dengan begitu, maka terjadi peperangan perpindahan diatas awan. Bukan dengan perang seperti di film – film secara fisik, namun jika perang dalam dunia pawang hujan adalah siapa yang bertahan dalam keyakinan dan doa – doanya. 

Resiko yang lain yang sering terjadi adalah jika salah satu pawang hujan kalah atau gagal dalam memindahkan hujan, maka pasti pawang hujan tersebut akan terkena marah karena tidak sesuai dengan keinginan pesuruhnya. Apalagi bila pihak yang menyewa jasa pawang hujan akan meminta ganti lebih besar dari gaji yang sudah diberikannya.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Saat ini yang sedang ramai diperbincangkan yaitu pawang hujan karena aksi Mbak Rara saat melakukan pekerjaannya sebagai Pawang Hujan di sirkuit Mandalika pada pertandingan MotoGP. Meskipun gajinya terbilang sangat tinggi, yaitu sampai 3 digit banyaknya, ternyata pekerjaan ini juga mempunyai banyak resiko.

Memang saat menjadi pawang hujan sudah tak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia hingga diremehkan dan dihujat karena pada zaman yang sudah canggih ini masih ada saja yang menggunakan jasa ini. 

Seperti yang kita lihat, menjadi pawang hujan bukanlah pekerjaan untuk sembarang orang. Menjadi pawang hujan perlu mempunyai ilmu khusus tentang cuaca dan koneksi gaib diatas sana. Selain itu, pekerjaan ini juga sangat memerlukan kepercayaan yang tinggi. Jika ada keraguan sedikitpun, bisa jadi aksinya gagal. Dengan begitu, pawang hujan hanya berbekal keyakinan dan doa yang sungguh – sungguh. 

Saat melakukan pekerjaannya, pawang hujan biasanya memindahkan atau menahan hujan agar tidak turun dalam waktu yang sudah diinginkan tersebut. Dalam memindah atau menahannya, biasanya juga terjadi peperangan dengan pawang hujan yang lain. Dengan begitu, maka terjadi peperangan perpindahan diatas awan. Bukan dengan perang seperti di film – film secara fisik, namun jika perang dalam dunia pawang hujan adalah siapa yang bertahan dalam keyakinan dan doa – doanya. 

Resiko yang lain yang sering terjadi adalah jika salah satu pawang hujan kalah atau gagal dalam memindahkan hujan, maka pasti pawang hujan tersebut akan terkena marah karena tidak sesuai dengan keinginan pesuruhnya. Apalagi bila pihak yang menyewa jasa pawang hujan akan meminta ganti lebih besar dari gaji yang sudah diberikannya.

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Saat ini yang sedang ramai diperbincangkan yaitu pawang hujan karena aksi Mbak Rara saat melakukan pekerjaannya sebagai Pawang Hujan di sirkuit Mandalika pada pertandingan MotoGP. Meskipun gajinya terbilang sangat tinggi, yaitu sampai 3 digit banyaknya, ternyata pekerjaan ini juga mempunyai banyak resiko.

Memang saat menjadi pawang hujan sudah tak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia hingga diremehkan dan dihujat karena pada zaman yang sudah canggih ini masih ada saja yang menggunakan jasa ini. 

Seperti yang kita lihat, menjadi pawang hujan bukanlah pekerjaan untuk sembarang orang. Menjadi pawang hujan perlu mempunyai ilmu khusus tentang cuaca dan koneksi gaib diatas sana. Selain itu, pekerjaan ini juga sangat memerlukan kepercayaan yang tinggi. Jika ada keraguan sedikitpun, bisa jadi aksinya gagal. Dengan begitu, pawang hujan hanya berbekal keyakinan dan doa yang sungguh – sungguh. 

Saat melakukan pekerjaannya, pawang hujan biasanya memindahkan atau menahan hujan agar tidak turun dalam waktu yang sudah diinginkan tersebut. Dalam memindah atau menahannya, biasanya juga terjadi peperangan dengan pawang hujan yang lain. Dengan begitu, maka terjadi peperangan perpindahan diatas awan. Bukan dengan perang seperti di film – film secara fisik, namun jika perang dalam dunia pawang hujan adalah siapa yang bertahan dalam keyakinan dan doa – doanya. 

Resiko yang lain yang sering terjadi adalah jika salah satu pawang hujan kalah atau gagal dalam memindahkan hujan, maka pasti pawang hujan tersebut akan terkena marah karena tidak sesuai dengan keinginan pesuruhnya. Apalagi bila pihak yang menyewa jasa pawang hujan akan meminta ganti lebih besar dari gaji yang sudah diberikannya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/