Ahmad Mahfud, ketua panitia acara menurutkan, pembagian paket santunan anak yatim ini merupakan malam puncak dari penggalangan dana yang digelar oleh anggota Sedulur Pati Jember beberapa waktu lalu.
Mereka melakukan penggalangan dana selama lima hari di sepuluh titik lampu lalu lintas di Jember. Yaitu lampu lalu lintas Mangli, lampu lalu lintas Rambipuji, lampu lalu lintas Argopuro, lampu lalu lintas Transmart, lampu lalu lintas Alun-alun atau SMPN 02 Jember, dan lampu lalu lintas Gladak Kembar. Kemudian juga dilaksanakan di lampu lalu lintas Tegalbesar serta lampu lalu lintas Pasar Tanjung.
"Kemarin sejak 15 sampai 19 April, teman-teman turun ke jalan untuk penggalangan dana. Dan hasilnya, semuanya kita berikan ke anak yatim. Untuk perlengakapan acara dan konsumsi tamu, ini kami pakai uang sendiri yaitu iuran teman-teman seduluran," papar Mahfud.
Lokasi pelaksanaan acara ini sengaja dilaksanakan di luar ruangan, demi mematuhi protokol kesehatan. Dan juga untuk memberitahu warga serta para tamu bahwa terdapat pembangunan masjid yang belum rampung di samping lokasi acara.
Dengan demikian, diharapkan agar masyarakat turut tergerak untuk membantu menyelesaikan pembangunan masjid tersebut. Baik bantuan berupa materi ataupun tenaga.
"Kita ambil dua manfaat dari acara ini, yaitu untuk memenuhi kebutuhan spiritual. Dan yang kedua kita mengenalkan ke masyarakat barangkali ada yang mau membantu penyelesaian masjid di sebelah ini," imbuhnya.
Muhammad Muwafik SPdI MA, salah satu perintis Sedulur Pati menanggapi, kegiatan ini merupakan acara tahunan yang telah dilaksanakan sejak lama. Namun, menurutnya kegiatan kali ini terasa agak berbeda sebab pandemi Covid-19 yang memberi batasan pertemuan antar anggota. Sehingga, sebagian anggota Sedulur Pati yang ada di luar tidak dapat hadir secara langsung seperti biasa.
Meski demikian, hal ini tidak mengurangi rasa ingin berbagi dan silaturahmi para anggota. Mengingat komunitas ini memang sengaja dibentuk untuk lebih peka dan peduli terhadap kehidupan sosial.
"Kita tanamkan kepada teman-teman karena anggota kita anak-anak muda, bahwa pemuda memiliki waktu yang panjang. Untuk itu kami tanamkan agar waktu tersebut dimanfaatkan dengan hal positif," ungkap Muwafiq yang juga dosen Fakultas Ilmu Sosial Politik (Fisip) Universitas Jember (Unej) itu.
Reporter: mg1
Fotografer: Sedulur Pati for Radar Jember
Editor: Lintang Anis Bena Kinanti Editor : Safitri