Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Membedah Novel Bersampul Batik, Jadi Ruang Bicara Kedaulatan Mental

M. Ainul Budi
Penulis: M. Ainul Budi❯
“Novel Bersampul Batik" Karya Mohammad Hairul Jadi Ruang Bicara Kedaulatan Mental
“Novel Bersampul Batik" Karya Mohammad Hairul Jadi Ruang Bicara Kedaulatan Mental

Advertisement

 RADAR JEMBER - Kabar gembira bagi para pecinta sastra tanah air. Penulis Mohammad Hairul resmi memperkenalkan karya terbarunya, sebuah novel mendalam berjudul "Novel Bersampul Batik" yang rilis perdana pada April 2026. Novel ini menjanjikan sebuah perjalanan emosional yang mendalam dan berani.

Perpaduan antara kedalaman emosi, kritik sosial, dan isu kesehatan mental dalam balutan simbolisme budaya yang kental.

Advertisement

Mengisahkan perjalanan hidup Aida, perempuan yang mencoba menata eksistensinya di tengah persimpangan antara tradisi keluarga, ekspektasi sosial, dan keinginan pribadinya.

Disajikan dengan narasi yang jujur, reflektif, dan puitis, novel ini menawarkan perspektif yang tajam mengenai luka batin akibat hilangnya kedaulatan diri dan tuntutan keluarga yang berlebihan. 

Penulisnya mengeksplorasi isu kesehatan mental, khususnya mengenai mekanisme pertahanan diri dan represi emosi yang sering terjadi dalam lingkungan yang mementingkan formalitas tradisi.

Advertisement

Mohammad Hairul, yang dikenal sebagai pendidik berprestasi dan tokoh literasi, menggunakan simbolisme batik secara sangat kuat untuk menggambarkan bagaimana manusia seringkali melakukan penyamaran emosi agar tetap terlihat selaras dengan norma masyarakat.

Karya ini tidak hanya menyuguhkan cerita fiksi yang mengalir, tetapi juga menjadi ruang kontemplasi bagi pembaca untuk mengakui luka mereka sendiri dan mulai menuliskan takdir dengan tangan sendiri, menjadikannya sebuah perkenalan karya yang sangat relevan dengan realitas kemanusiaan saat ini.

Sebelum melangkah lebih jauh ke dalam labirin emosi yang disajikan, mari simak sekilas pergulatan batin yang menjadi nyawa dalam kisah ini melalui cuplikan blurb ceritanya berikut ini.

Di Pesantren Darul Marwah, Aida adalah simbol kesempurnaan. Namun, di balik ruang bacanya yang terkunci, ia merawat rahasia dalam sampul-sampul buku berbahan wastra. Bagi Aida, setiap lipatan kain Parang, Kawung, dan Sidomukti adalah barikade yang melindungi sebuah rahasia besar dari mata suaminya, Gus Haikal.

Rahasia itu bernama Mahiru Khair.

Advertisement
Editor : M. Ainul Budi

Artikel Terkait

Jaga Kelestarian Budaya Daerah, Bupati Lumajang Minta Generasi Muda Pede Pakai Batik Khas Daerah

Jaga Kelestarian Budaya Daerah, Bupati Lumajang Minta Generasi Muda Pede Pakai Batik Khas Daerah

Bupati Lumajang Indah Amperawati mengajak generasi muda membanggakan batik khas daerah melalui pergelaran Batik Lumajang On The Street (BALOS) 2026 di Alun-Alun.

Demi Perluas Pasar Batik Jember, Industri Kreatif Perlu Inovasi Desain Modern ala Anak Muda

Demi Perluas Pasar Batik Jember, Industri Kreatif Perlu Inovasi Desain Modern ala Anak Muda

Sekretaris Komisi D DPRD Jember Indi Naidha mendorong inovasi desain batik lokal agar lebih fleksibel dan diminati oleh generasi muda.

Sentuhan Motif Lokal Batik Karimata Jember Tarik Minat Wisatawan Mancanegara

Sentuhan Motif Lokal Batik Karimata Jember Tarik Minat Wisatawan Mancanegara

Pemilik Batik Karimata Jember mengangkat komoditas lokal seperti tembakau dan kopi menjadi motif khas batik hingga berhasil memikat pasar internasional.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer