Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jemaah Haji Lansi Jember Semangat Lakukan Rukun Haji Secara Mandiri

A
Penulis: Alvioniza❯

 


Advertisement

 

BERSEMANGAT: Ahla (dua dari kiri), jemaah haji lansia yang melakukan seluruh rukun haji secara mandiri, meski sempat pingsan karena kelelahan. KHOLILI
BERSEMANGAT: Ahla (dua dari kiri), jemaah haji lansia yang melakukan seluruh rukun haji secara mandiri, meski sempat pingsan karena kelelahan. KHOLILI

LAPORAN DARI ARAB SAUDI
MOH KHOLILI PDH KLOTER 40

MAKKAH, RADARJEMBER.ID - Jemaah haji telah melakukan puncak pelaksanaan ibadah haji, mulai dari wukuf di Arafah, mabit di Mina, hingga lempar jumrah.

Hal tersebut tentu membutuhkan tenaga yang cukup banyak. Tak heran jika sejumlah jemaah mengalami kelelahan.

Advertisement

Oleh sebab itu, tak jarang jemaah haji memilih istirahat terlebih dahulu, sebelum melaksanakan tawaf ifadah.

Seperti yang dialami oleh Alha, jemaah haji asal Jember kloter 40. Dia merupakan salah seorang jemaah haji lansia.

Meski dengan keterbatasan tenaga, semua rukun haji dilakukannya secara mandiri.

Advertisement

Dia menolak untuk diberikan fasilitas pembantu, seperti kursi roda. Termasuk tawaran untuk digantikan pekerjaannya (badal) juga ditolak.

PDH kloter 40. Moh. Kholili, mengatakan, jemaah lansia tersebut saat melakukan tawaf qudum, beberapa waktu lalu, sempat ditabrak orang yang lebih besar, hingga membuat ikatan kain ihramnya terlepas.

Saat melempar jumrah, pria paruh baya itu juga sempat pingsan, karena harus berjalan kaki dari tenda ke tempat lempar jumrah yang cukup jauh.

DILAKUKAN SECARA MANDIRI: Jemaah haji memotong rambutnya setelah melakukan rukun haji lempar jumrah. AHMAD DANIAL HASAN
DILAKUKAN SECARA MANDIRI: Jemaah haji memotong rambutnya setelah melakukan rukun haji lempar jumrah. AHMAD DANIAL HASAN

“Beliau semangat ketika melihat tempat lempar jumrah (marma), begitu berhasil melempar tujuh kerikil, langsung menangis haru,” imbuhnya.

Kholili juga mengaku sempat menawarkan fasilitas tambahan berupa kursi roda, untuk dibantu didorong dan digantikan pekerjaannya (badal).

Namun, yang bersangkutan dengan tegas menolak. Dia tetap bersikukuh untuk melakukannya secara mandiri.

Alasannya sangat sederhana, Alha merasa lebih sulit mengumpulkan uang untuk biaya haji daripada melakukan rukun haji.

Pasca-puncak haji, Kholili mengatakan, banyak jemaah lansia yang mengalami kelelahan. Bahkan ada yang harus dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat.

Sementara, jemaah lainnya memilih mengumpulkan stamina terlebih dahulu di hotel yang ada di Makkah, sebelum melakukan tawaf ifadah.

“Thawaf ifadah merupakan salah satu rukun haji, sebagaimana tawaf qudum dan rukun lainnya,” jelasnya.

Sementara itu, jemaah haji asal Jember kloter 38, Ahmad Danial Hasan Abda, menyampaikan, pasca-lempar jumrah dan kembali ke Makkah, jemaah haji harus melakukan tahalul (memotong rambut).

Sebelum melaksanakan tawaf ifadah. Hal ini banyak dilakukan secara mandiri, dengan alasan untuk menghemat biaya. “Jemaah haji reguler banyak yang potong sendiri, untuk berhemat,” pungkasnya. (ham/c2/nur)

 

Advertisement
Editor : Alvioniza

Artikel Terkait

Menanti Nyali Gugus Tugas TPPO Jember: Menyelamatkan Korban di Tengah Keterbatasan Wilayah Dampingan

Menanti Nyali Gugus Tugas TPPO Jember: Menyelamatkan Korban di Tengah Keterbatasan Wilayah Dampingan

Dengan wilayah dampingan yang baru mencakup 13 dari total 226 desa di Jember, jangkauan dan kewenangannya sangat terbatas. Karena itu, sinergi lintas pihak menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar.

Demonstrasi Tak Cukup, GP Ansor Jember Tantang Anak Muda Rebut Ruang Kekuasaan

Demonstrasi Tak Cukup, GP Ansor Jember Tantang Anak Muda Rebut Ruang Kekuasaan

Ketua Ansor Jember Izzul Ashlah menilai demokrasi tak cukup diperjuangkan lewat demonstrasi. Masyarakat sipil harus memperkuat konsolidasi agar mampu menentukan arah kekuasaan dan melawan dominasi oligarki.

Di Balik Nikmatnya Secangkir Kopi, Ada Tekanan Kerja yang Dihadapi Barista Asal Jember Ini

Di Balik Nikmatnya Secangkir Kopi, Ada Tekanan Kerja yang Dihadapi Barista Asal Jember Ini

Usaha café atau coffeshop kini mulai menjamur di Jember, terutama di daerah yang berdekatan dengan kawasan kampus. Terlihat banyak sekali gerai kopi yang buka di daerah sekitar kampus ataupun yang masih dekat dengan kawa

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer