
SUMBERSARI, Radar Jember - Hari Raya Idul Adha atau dikenal juga sebagai Hari Raya Kurban disambut dengan penuh suka cita. Bahkan, ada saja warga yang mengurbankan sapi, kambing, dan domba untuk disembelih sebagai bentuk ketaatan dan simbol pengorbanan.
Daging kurban itu perlu diawasi. Bisa jadi ada daging yang rusak karena hewannya tidak sehat. Keamanan daging ini penting diperhatikan karena didistribusikan kepada warga sekitar lokasi penyembelihan.
Kabid Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jember Elok Kristanti mengatakan, untuk menjamin keamanan daging yang akan didistribusikan kepada warga, pihaknya akan melakukan pemeriksaan antemortem dan postmortem. “Pemeriksaan hewan kurban merupakan suatu kegiatan yang wajib dilakukan,” ungkapnya.
Tujuan dilakukannya pemeriksaan ini adalah memastikan hewan kurban merupakan ternak yang sehat dan bebas dari berbagai penyakit. Terutama yang bersifat zoonosis, yang dapat menular dari hewan ke manusia ataupun sebaliknya. Selain itu, pemeriksaan terhadap produk hewan yang dihasilkan dimaksudkan agar karkas atau daging yang dihasilkan benar-benar layak serta memenuhi prinsip aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH).
Mengingat banyaknya tempat pemotongan hewan kurban yang tersebar di berbagai wilayah, wanita yang juga aktif sebagai dokter hewan itu mengatakan, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan telah menyiapkan 136 petugas medik veteriner dan paramedik veteriner yang akan ditugaskan di 31 kecamatan yang ada di Kabupaten Jember. “Tenaga ahli madya akan ditugaskan ke tempat pemotongan kurban saat hari raya besok,” ungkapnya.
Elok menambahkan, apabila saat pemeriksaan ditemukan hewan kurban yang tidak sehat, tindakan yang diambil adalah memisahkan hewan tersebut agar tidak disembelih. Kemudian, apabila hewan sudah telanjur disembelih dan didapati daging tidak layak konsumsi, maka daging harus dibuang dengan cara dikubur atau dibakar. “Daging yang berpotensi berbahaya agar tidak dibagikan ke warga,” pungkasnya. (yul/c2/nur)



