Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Event Dirakustik Festival 2025: Ambil Kesempatan Main Reguler di Dira Grup

R
Penulis: Radar Digital❯

 


Advertisement

 

CONFIDENT: Salah satu grup band lokal Jember yang menampilkan performa musik akustiknya dalam sebuah acara expo property yang digelar oleh Jawa Pos Radar Jember di Lippo Plaza Jember. (TRI JOKO/RJ)
CONFIDENT: Salah satu grup band lokal Jember yang menampilkan performa musik akustiknya dalam sebuah acara expo property yang digelar oleh Jawa Pos Radar Jember di Lippo Plaza Jember. (TRI JOKO/RJ)

KEPATIHAN, Radar Jember – Dirakustik Festival 2025 yang diselenggarakan oleh Jawa Pos Radar Jember (JPRJ) segera berlangsung pada 23 Februari mendatang, di Dira Cafe PB Sudirman. Pendaftaran yang telah dibuka sejak 30 Januari lalu akan ditutup pada 21 Februari.

Kuota peserta pun cukup terbatas. 

Advertisement

Owner Dira Cafe, Fera Eka Aulina, mengatakan, event ini terbuka untuk semua musisi dan pecinta musik akustik di seluruh Jawa Timur.

Tujuannya untuk memberikan wadah bagi mereka agar bisa menunjukkan bakat dan kreativitas dalam bermusik.

Peserta yang terpilih dalam kompetisi ini akan memperebutkan sejumlah hadiah menarik.

Advertisement

Seperti trofi, piagam, dan hadiah uang tunai hingga jutaan rupiah. Tidak hanya itu, setiap peserta juga memiliki kesempatan untuk tampil secara reguler di Dira Grup.

“Pemenang, musisi terbaik dan favorit juga berkesempatan untuk tampil reguler di semua Dira Cafe se-Jember. baik di Ambulu, Balung, Kecong, Jenggawah, Wuluhan, maupun Jember Kota,” ungkapnya.

Photo
Photo

Sementara itu, Ketua Panitia, Tri Joko Santoso, menekankan, kuota peserta sangat terbatas dan waktu pendaftaran tak lama lagi akan ditutup, pada 21 Februari. Oleh karenanya, bagi pegiat musik yang berkeinginan untuk membangun karirnya, bisa segera mendaftarkan diri.

"Kami membuka kesempatan ini untuk seluruh musisi akustik di Jawa Timur. Namun, kuota peserta terbatas. Jadi, segera daftarkan diri Anda sebelum terlambat," ujarnya.

Disebutkan, dalam kompetisi tersebut nantinya, semua peserta akan tampil dengan dua lagu. Satu lagu wajib yang sudah disediakan panitia, serta satu lagu bebas, bisa Indonesia maupun lagu barat.

“Untuk durasinya maksimal 15 menit,” imbuhnya.

Melalui kompetisi ini, Tri Joko berharap peserta bisa saling berbagi pengalaman dan pengetahuan dengan sesama musisi. Serta memperluas koneksi mereka di industri musik.

"Bagi kami, tujuan utamanya ialah pengalaman dan kesempatan untuk tampil lebih luas. Karena, banyak musisi yang memiliki talenta hebat, namun tidak memiliki panggung," pungkasnya. (dhi/c2/dwi)

 

Advertisement
Editor : M. Ainul Budi

Artikel Terkait

Menanti Nyali Gugus Tugas TPPO Jember: Menyelamatkan Korban di Tengah Keterbatasan Wilayah Dampingan

Menanti Nyali Gugus Tugas TPPO Jember: Menyelamatkan Korban di Tengah Keterbatasan Wilayah Dampingan

Dengan wilayah dampingan yang baru mencakup 13 dari total 226 desa di Jember, jangkauan dan kewenangannya sangat terbatas. Karena itu, sinergi lintas pihak menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar.

Demonstrasi Tak Cukup, GP Ansor Jember Tantang Anak Muda Rebut Ruang Kekuasaan

Demonstrasi Tak Cukup, GP Ansor Jember Tantang Anak Muda Rebut Ruang Kekuasaan

Ketua Ansor Jember Izzul Ashlah menilai demokrasi tak cukup diperjuangkan lewat demonstrasi. Masyarakat sipil harus memperkuat konsolidasi agar mampu menentukan arah kekuasaan dan melawan dominasi oligarki.

Di Balik Nikmatnya Secangkir Kopi, Ada Tekanan Kerja yang Dihadapi Barista Asal Jember Ini

Di Balik Nikmatnya Secangkir Kopi, Ada Tekanan Kerja yang Dihadapi Barista Asal Jember Ini

Usaha café atau coffeshop kini mulai menjamur di Jember, terutama di daerah yang berdekatan dengan kawasan kampus. Terlihat banyak sekali gerai kopi yang buka di daerah sekitar kampus ataupun yang masih dekat dengan kawa

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer