alexametrics
26.4 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Daging Sapi yang Terkena Virus PMK Masih Aman Dikomsumsi, Asal…

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Belakangan ini, wabah virus penyakit kuku dan mulut (PMK) merebak di berbagai daerah di Indonesia. Tak terkecuali di Jawa Timur PMK juga menjangkiti ternak. Peternak pun terimbas. Mereka merasa rugi karena kesulitan menjual ternak ke luar daerah. PMK seolah membenamkan harapan peternak meraup untung.

Tak hanya itu, PMK juga membuat warga takut mengonsumsi daging sapi dan kambing.Mereka khawatir bila daging itu terpapar virus PMK, sehingga sebagian ada yang berhenti mengonsumsinya untuk sementara waktu.

Apakah benar daging ternak terkena PMK itu tidak boleh dimakan? Ternyata hal itu tidak benar. Meski daging itu tercemar PMK, tapi tetap bisa disantap asal dimasak secara benar sampai virusnya mati.

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA: Dua Sapi Dinyatakan Positif PMK

“Paling tidak sebelum daging itu diijadikan menu masakan, terlebih dahulu harus direbus selama 30 menit di dalam air mendidih,” ungkap drh M Aris Wahyudi, dokter hewan.

Pria kelahiran Kediri itu menambahkan, ketika ternak terkena PMK bisa dilihat dari gejala awal. Seperti ternak mengeluarkan lendir berlebihan, gerakan sapi lambat dan terkesan diam.

Selain itu, di bagian mulut seperti rahang dan gusi timbul luka-luka. Di sekitaran kaki ternak juga terdapat luka-luka hingga membuat binatang tersebut pincang.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Belakangan ini, wabah virus penyakit kuku dan mulut (PMK) merebak di berbagai daerah di Indonesia. Tak terkecuali di Jawa Timur PMK juga menjangkiti ternak. Peternak pun terimbas. Mereka merasa rugi karena kesulitan menjual ternak ke luar daerah. PMK seolah membenamkan harapan peternak meraup untung.

Tak hanya itu, PMK juga membuat warga takut mengonsumsi daging sapi dan kambing.Mereka khawatir bila daging itu terpapar virus PMK, sehingga sebagian ada yang berhenti mengonsumsinya untuk sementara waktu.

Apakah benar daging ternak terkena PMK itu tidak boleh dimakan? Ternyata hal itu tidak benar. Meski daging itu tercemar PMK, tapi tetap bisa disantap asal dimasak secara benar sampai virusnya mati.

BACA JUGA: Dua Sapi Dinyatakan Positif PMK

“Paling tidak sebelum daging itu diijadikan menu masakan, terlebih dahulu harus direbus selama 30 menit di dalam air mendidih,” ungkap drh M Aris Wahyudi, dokter hewan.

Pria kelahiran Kediri itu menambahkan, ketika ternak terkena PMK bisa dilihat dari gejala awal. Seperti ternak mengeluarkan lendir berlebihan, gerakan sapi lambat dan terkesan diam.

Selain itu, di bagian mulut seperti rahang dan gusi timbul luka-luka. Di sekitaran kaki ternak juga terdapat luka-luka hingga membuat binatang tersebut pincang.

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Belakangan ini, wabah virus penyakit kuku dan mulut (PMK) merebak di berbagai daerah di Indonesia. Tak terkecuali di Jawa Timur PMK juga menjangkiti ternak. Peternak pun terimbas. Mereka merasa rugi karena kesulitan menjual ternak ke luar daerah. PMK seolah membenamkan harapan peternak meraup untung.

Tak hanya itu, PMK juga membuat warga takut mengonsumsi daging sapi dan kambing.Mereka khawatir bila daging itu terpapar virus PMK, sehingga sebagian ada yang berhenti mengonsumsinya untuk sementara waktu.

Apakah benar daging ternak terkena PMK itu tidak boleh dimakan? Ternyata hal itu tidak benar. Meski daging itu tercemar PMK, tapi tetap bisa disantap asal dimasak secara benar sampai virusnya mati.

BACA JUGA: Dua Sapi Dinyatakan Positif PMK

“Paling tidak sebelum daging itu diijadikan menu masakan, terlebih dahulu harus direbus selama 30 menit di dalam air mendidih,” ungkap drh M Aris Wahyudi, dokter hewan.

Pria kelahiran Kediri itu menambahkan, ketika ternak terkena PMK bisa dilihat dari gejala awal. Seperti ternak mengeluarkan lendir berlebihan, gerakan sapi lambat dan terkesan diam.

Selain itu, di bagian mulut seperti rahang dan gusi timbul luka-luka. Di sekitaran kaki ternak juga terdapat luka-luka hingga membuat binatang tersebut pincang.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/