alexametrics
26.4 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Dua Sapi Dinyatakan Positif PMK

Hasil Uji Lab, DKPP Minta Karantina Hewan

Mobile_AP_Rectangle 1

KEBONSARI, Radar Jember – Hasil uji laboratorium gejala penyakit mulut dan kuku (PMK) di Desa Curahlele, Balung, Purwoasri, dan Gumukmas, Senin (9/5), dinyatakan positif PMK, kemarin (17/5). Hal tersebut seperti disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jember drh Andi Prastowo M di kantornya, Jalan Letjen Suprapto nomor 139, Lingkungan Krajan, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari.

BACA JUGA : Wisatawan Disuguhi Event Menarik saat Perayaan Waisak

Andi mengatakan, setelah uji laboratorium, dia mendapat kabar dari DKPP Provinsi Jawa Timur, Sabtu (14/5). Menurutnya, hasil uji laboratorium menunjukkan ada dua sapi yang positif PMK. “Saya dikabari Sabtu kemarin, pagi-pagi sekali, bahwa hasilnya menunjukkan positif PMK,” jelas Andi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Saat itu, pihaknya mengimbau kepada pemilik sapi yang dinyatakan positif tersebut agar tidak mengeluarkan dari kandang ataupun menjualnya terlebih dahulu, alias karantina. “Kita hanya sebatas mengimbau saja agar sapi tersebut dilakukan karantina sementara, sehingga tidak sampai menularkan ke hewan ternak yang lain,” terang laki-laki berkacamata tersebut.

- Advertisement -

KEBONSARI, Radar Jember – Hasil uji laboratorium gejala penyakit mulut dan kuku (PMK) di Desa Curahlele, Balung, Purwoasri, dan Gumukmas, Senin (9/5), dinyatakan positif PMK, kemarin (17/5). Hal tersebut seperti disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jember drh Andi Prastowo M di kantornya, Jalan Letjen Suprapto nomor 139, Lingkungan Krajan, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari.

BACA JUGA : Wisatawan Disuguhi Event Menarik saat Perayaan Waisak

Andi mengatakan, setelah uji laboratorium, dia mendapat kabar dari DKPP Provinsi Jawa Timur, Sabtu (14/5). Menurutnya, hasil uji laboratorium menunjukkan ada dua sapi yang positif PMK. “Saya dikabari Sabtu kemarin, pagi-pagi sekali, bahwa hasilnya menunjukkan positif PMK,” jelas Andi.

Saat itu, pihaknya mengimbau kepada pemilik sapi yang dinyatakan positif tersebut agar tidak mengeluarkan dari kandang ataupun menjualnya terlebih dahulu, alias karantina. “Kita hanya sebatas mengimbau saja agar sapi tersebut dilakukan karantina sementara, sehingga tidak sampai menularkan ke hewan ternak yang lain,” terang laki-laki berkacamata tersebut.

KEBONSARI, Radar Jember – Hasil uji laboratorium gejala penyakit mulut dan kuku (PMK) di Desa Curahlele, Balung, Purwoasri, dan Gumukmas, Senin (9/5), dinyatakan positif PMK, kemarin (17/5). Hal tersebut seperti disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jember drh Andi Prastowo M di kantornya, Jalan Letjen Suprapto nomor 139, Lingkungan Krajan, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari.

BACA JUGA : Wisatawan Disuguhi Event Menarik saat Perayaan Waisak

Andi mengatakan, setelah uji laboratorium, dia mendapat kabar dari DKPP Provinsi Jawa Timur, Sabtu (14/5). Menurutnya, hasil uji laboratorium menunjukkan ada dua sapi yang positif PMK. “Saya dikabari Sabtu kemarin, pagi-pagi sekali, bahwa hasilnya menunjukkan positif PMK,” jelas Andi.

Saat itu, pihaknya mengimbau kepada pemilik sapi yang dinyatakan positif tersebut agar tidak mengeluarkan dari kandang ataupun menjualnya terlebih dahulu, alias karantina. “Kita hanya sebatas mengimbau saja agar sapi tersebut dilakukan karantina sementara, sehingga tidak sampai menularkan ke hewan ternak yang lain,” terang laki-laki berkacamata tersebut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/