BACA JUGA : Makam dan Masjid di Sidoarjo Direlokasi untuk Pembangunan Frontage Road
Iwan, petani tembakau kasturi, menjelaskan cara perawatan tembakau jenis ini. Perawatan tembakau yang pertama yakni pemberian pupuk yang tepat. Waktu dan cara pemberian pupuk pada tanaman tembakau kasturi dapat dilakukan dengan beberapa cara.
Pupuk superphos diberikan pada lubang tanam sehari sebelum tanam. Waktu pemberian pupuk disesuaikan dengan jenis pupuk dan kebutuhan tanaman atau umur tanaman. Kemudian, pupuk urea/ZA susulan 1 pada usia 15 sampai 18 hari, ditugal di sekeliling batang tanaman dengan jarak 10–15 sentimeter, kemudian ditutup tanah.
Untuk pupuk N (ZA) susulan II diberikan pada saat tanaman berumur 25-28 hari. Ditugal di sekeliling tanaman dengan jarak 20–25 sentimeter dan ditutupi tanah. “Sedangkan pupuk ZA susulan III diberikan pada saat tanaman berumur 30–35 hari,” ungkap Iwan.
Tanaman tembakau yang baru ditanam harus dilakukan penyiraman setiap hari selama 5 hari secara terus-menerus sampai tanaman tahan terhadap kekeringan. Tanaman kecil perlu diairi untuk merangsang pembentukan akar. Pengairan dilakukan pada saat tanaman berumur di atas 30 hari, kecuali hujan. Dengan interval setiap 7-8 hari sekali, bergantung pada kondisi cuaca. “Saat menjelang panen tembakau kasturi tidak memerlukan pengairan. “Hal tersebut dilakukan agar terbentuk daun dengan kualitas yang lebih tebal,” jelasnya.
Selanjutnya yakni topping atau pemangkasan adalah proses memotong daun pucuk bersama bunga di atasnya. Tujuannya agar tanaman tembakau dapat menghasilkan daun yang berukuran besar. Jumlah daun yang dipangkas bergantung pada kualitas daun yang dikehendaki serta pertumbuhan tanaman tembakau kasturi.
Topping ada dua macam. Pertama light topping, yaitu pemangkasan dengan menyisakan daun tembakau sebanyak 16 lembar. Kedua yakni deep toping, yaitu pemangkasan dengan menyisakan daun tembakau sebanyak 12 lembar. Pemangkasan tembakau kasturi dilakukan setelah 10 persen dari bunga pertamanya mekar atau pada saat tanaman berumur 50-55 hari atau pada saat bakal bunga mulai muncul.
Terakhir yakni pengendalian hama dan penyakit. Tanaman tembakau sangat rentan terhadap serangan hama dan penyakit, sehingga dapat mengakibatkan penurunan kualitas bahkan tanaman mati. “Pengendalian hama dan penyakit harus sesuai dengan gejala yang menyerang pada tanaman,” tutupnya. (mg3/c2/nur)
Editor : Safitri