BACA JUGA : Renovasi Ruang Arsip Hingga Rp 2,5 M, DPRD Jember Marasa Tak Mengusulkan
Bertani jeruk siam pada dasarnya terlihat mudah. Namun, sebenarnya menanam jeruk ini harus mempunyai persiapan yang matang. Jeruk ini akan sempurna jika perawatannya maksimal dan intensif.
M Ra’is, 74, salah satu petani jeruk asal Mumbulsari, sukses menyulap pohon jeruknya menjadi lebat dipenuhi buah. Hal tersebut karena perawatannya yang maksimal dan antisipatif terhadap serangan hama. Perlunya pengetahuan khusus agar tanaman jeruk bisa berbuah maksimal seperti, pemberian pupuk, nutrisi, maupun racun untuk membasmi hama. "Perawatannya harus maksimal. Setiap hari harus diperiksa perkembangan jeruknya," katanya.
Dia menjelaskan, hal yang paling rawan yaitu saat masih menjadi bibit. Saat umur pohon masih muda akan gampang terkena hama. Jenis hama yang paling umum pada pohon jeruk siam adalah ulat daun. Hama ini biasanya akan memakan pucuk daun pohon jeruk. Akibatnya, pohon jeruk akan mati atau tidak tumbuh optimal.
M Ra'is mengantisipasi adanya serangan hama tersebut dengan memberikan nutrisi daun seperti Gandasil jenis B, dan Amstartop untuk pencegahan hama ulat. "Dikasih racun ulat," terangnya.
Kemudian, selain mengantisipasi serangan hama, Ra'is memberikan pupuk secara intensif agar bibit jeruk siam berkembang. Untuk setiap bulannya, ia memberikan pupuk dua sampai tiga kali, tergantung kondisi tanamannya.
"Kalau pemberian pupuk harus berhati-hari. Sebab, jika terlalu banyak, maka tanaman akan mengering. Namun, jika terlalu sedikit, maka akan memperlambat perkembangan," tambahnya, di sela mengecek buah jeruk yang sudah dipanen, dua hari lalu.
Agar buah jeruk siam bisa lebat dan perkembangannya cepat, Ra’is selalu memberikan pupuk buah secara teliti. Uniknya, Ra'is selalu mencampur beberapa jenis pupuk menjadi satu, seperti NPK dan Urea menjadi satu. Kemudian, ditambah dengan pupuk mutiara. untuk pemasangannya, jika umur tanaman masih muda, tiap tanaman diberikan pupuk masing-masing dua sendok. Jika pohonnya sudah berumur di atas dua tahun, maka tiap tanaman akan diberikan satu gelas atau satu genggam pupuk hasil campuran tersebut. Walaupun jeruk siam tidak terlalu istimewa dalam segi harga, namun hingga saat ini jeruk siam masih banyak diminati konsumen. (mg5/c2/nur)
Editor : Safitri