
RADARJEMBER.ID - Sering memakan korban jiwa, pengunjung Pantai Payangan memang kerap abaikan himbauan relawan maupun dari petugas. Mereka tetap saja mandi walau sudah ada larangan untuk tidak mandi.
Bahkan ketika ada petugas melakukan patroli di pantai bersama SAR dan relawan serta pemilik warung kadang mereka meremehkan. Pemilik warung di pinggir pantai kadang juga melarang mandi hingga ke tengah.
Padahal pantai bukan tempat untuk mandi, tetapi rata rata pengunjung yang datang itu masih saja tetap mandi. Katanya kalau datang ke pantai tidak mandi maka kurang afdol. Itu kata kata yang sering terdengar dari pengunjung. Sehingga kalau sudah bisa mandi mereka mengaku puas.
Padahal gelombang tinggi akibat cuaca ekstrem masih terus terjadi. Apalagi Pantai Payangan di Dusun Watu Ulo itu sudah sering memakan korban jiwa. “Bulan Juni ini sudah ada dua pengunjung yang menjadi korban ganasnya ombak Pantai Payangan,” kata AKP Tanto Kapolsek Ambulu
Sebelumnya tepat pada Minggu (2/6/2024) lalu warga Desa Tempurejo menjadi korban. Saat itu korban sedang mencari kerang bersama anaknya di sekitar gunung Seruni lalu dihantam ombak.
Kini ganasnya ombak Payangan kembali makan korban yakni atas nama Andi Pratama, 15 yang masih tercatat sebagai pelajar SMP kelas IX. “Korban asal Balung terseret saat mandi bersama 3 orang temannya,” kata Kapolsek Ambulu.
Pencarian korban hingga malam hari dilakukan petugas gabungan diantaranya anggota Polsek, TNI, Satpol Air Polres Jember dan relawan serta keluarga korban.
“Memang pengunjung pantai tetap nekat walau sudah dilarang mandi oleh relawan. Bahkan ada yang melawan ketika diingatkan oleh pemilik warung. Bahkan ketika didatangi, kadang mereka malah marah marah,” kata Tanto. (jum/dwi)



