Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pengunjung Pantai Payangan Jember Sering Abaikan Bahaya Ombak

A
Penulis: Alvioniza❯

PENCARIAN: Anggota Polsek Ambulu bersama anggota TNI dan Satpol Air Polres Jember di Puger saat melakukan pencarian korban yang terseret ombak di Pantai Payangan, Sabtu (22/6/2024) (foto: Polsek Ambul
PENCARIAN: Anggota Polsek Ambulu bersama anggota TNI dan Satpol Air Polres Jember di Puger saat melakukan pencarian korban yang terseret ombak di Pantai Payangan, Sabtu (22/6/2024) (foto: Polsek Ambul

RADARJEMBER.ID - Sering memakan korban jiwa, pengunjung Pantai Payangan memang kerap abaikan himbauan relawan maupun dari petugas. Mereka tetap saja mandi walau sudah ada larangan untuk tidak mandi.


Advertisement

Bahkan ketika ada petugas melakukan patroli di pantai bersama SAR dan relawan serta pemilik warung kadang mereka meremehkan. Pemilik warung di pinggir pantai kadang juga melarang mandi hingga ke tengah.

Padahal pantai bukan tempat untuk mandi, tetapi rata rata pengunjung yang datang itu masih saja tetap mandi. Katanya kalau datang ke pantai tidak mandi maka kurang afdol. Itu kata kata yang sering terdengar dari pengunjung. Sehingga kalau sudah bisa mandi mereka mengaku puas.

Padahal gelombang tinggi akibat cuaca ekstrem masih terus terjadi. Apalagi Pantai Payangan di Dusun Watu Ulo itu sudah sering memakan korban jiwa. “Bulan Juni ini sudah ada dua pengunjung yang menjadi korban ganasnya ombak Pantai Payangan,” kata AKP Tanto Kapolsek Ambulu

Advertisement

Sebelumnya tepat pada Minggu (2/6/2024) lalu warga Desa Tempurejo menjadi korban. Saat itu korban sedang mencari kerang bersama anaknya di sekitar gunung Seruni lalu dihantam ombak.

Kini ganasnya ombak Payangan kembali makan korban yakni atas nama Andi Pratama, 15 yang masih tercatat sebagai pelajar SMP kelas IX. “Korban asal Balung terseret saat mandi bersama 3 orang temannya,” kata Kapolsek Ambulu.

Pencarian korban hingga malam hari dilakukan petugas gabungan diantaranya anggota Polsek, TNI, Satpol Air Polres Jember dan relawan serta keluarga korban.

Advertisement

“Memang pengunjung pantai tetap nekat walau sudah dilarang mandi oleh relawan. Bahkan ada yang melawan ketika diingatkan oleh pemilik warung. Bahkan ketika didatangi, kadang mereka malah marah marah,” kata Tanto. (jum/dwi)

Advertisement

Artikel Terkait

Menanti Nyali Gugus Tugas TPPO Jember: Menyelamatkan Korban di Tengah Keterbatasan Wilayah Dampingan

Menanti Nyali Gugus Tugas TPPO Jember: Menyelamatkan Korban di Tengah Keterbatasan Wilayah Dampingan

Dengan wilayah dampingan yang baru mencakup 13 dari total 226 desa di Jember, jangkauan dan kewenangannya sangat terbatas. Karena itu, sinergi lintas pihak menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar.

Demonstrasi Tak Cukup, GP Ansor Jember Tantang Anak Muda Rebut Ruang Kekuasaan

Demonstrasi Tak Cukup, GP Ansor Jember Tantang Anak Muda Rebut Ruang Kekuasaan

Ketua Ansor Jember Izzul Ashlah menilai demokrasi tak cukup diperjuangkan lewat demonstrasi. Masyarakat sipil harus memperkuat konsolidasi agar mampu menentukan arah kekuasaan dan melawan dominasi oligarki.

Di Balik Nikmatnya Secangkir Kopi, Ada Tekanan Kerja yang Dihadapi Barista Asal Jember Ini

Di Balik Nikmatnya Secangkir Kopi, Ada Tekanan Kerja yang Dihadapi Barista Asal Jember Ini

Usaha café atau coffeshop kini mulai menjamur di Jember, terutama di daerah yang berdekatan dengan kawasan kampus. Terlihat banyak sekali gerai kopi yang buka di daerah sekitar kampus ataupun yang masih dekat dengan kawa

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer