alexametrics
23.9 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Rugikan Mahasiswa Hingga Molor Skripsi, Pemecatan 7 Dosen Unej

"Karena pergantian pembimbing skripsi ini waktunya cukup lama. Imbasnya ke semua prodi. Yang paling terdampak prodi sosiologi, kesejahteraan sosial, dan perpajakan." Ali Ausath - Ketua BEM FISIP Unej

Mobile_AP_Rectangle 1

TEGALBOTO, RADARJEMBER.ID – Pencopotan tujuh dosen pembimbing di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember rupanya berimbas terhadap mahasiswa. Mahasiswa yang sedang menempuh bimbingan skripsi hingga kini nasibnya belum jelas. Terlebih, pihak fakultas belum juga menyampaikan informasi tentang adanya dosen pengganti bagi 10 mahasiswa yang sedang mengikuti bimbingan tersebut.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP Unej Ali Ausath mengungkapkan, beberapa mahasiswa sampai mengundur waktu penyelesaian akibat terdampak pencopotan tersebut. Bahkan, ada yang terpaksa mengganti judul skripsi. “Ada yang tengah pengerjaan harus diubah. Intinya, kami tidak masuk dalam permasalahan (pencopotan, Red) dosen secara struktural. Fokus kami karena hal itu berdampak pada mahasiswa,” ungkap mahasiswa Prodi Kesejahteraan Sosial tersebut, kemarin (27/9).

Baca Juga Berita Terkait : 7 Dosen di Universitas Jember Dipecat, Bagaimana Nasib Skripsiku

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut dia, pembelaan BEM terhadap mahasiswa ini juga masuk dalam beberapa poin yang disampaikan pada audiensi dengan pihak dekanat, beberapa waktu lalu. Dia menegaskan, BEM tidak ingin ikut campur tentang keputusan pencopotan secara struktural. Namun, lebih menyikapi dampak dari keputusan itu yang dinilai merugikan mahasiswa semester akhir.

Ali mengungkapkan, sejauh ini pihaknya juga telah melakukan pendampingan terhadap beberapa mahasiswa yang terdampak. Apalagi, dia menambahkan, selama ini jumlah dosen tidak sebanding dengan jumlah mahasiswa. Artinya, jika dihitung rasionya masih belum ideal. “Karena pergantian pembimbing skripsi ini waktunya cukup lama. Imbasnya ke semua prodi. Yang paling terdampak prodi sosiologi, kesejahteraan sosial, dan perpajakan,” tutur mahasiswa semester tujuh ini.

Sebelumnya, Dekan FISIP Unej Djoko Purnomo mengatakan, mahasiswa bimbingan skripsi tujuh dosen itu dilimpahkan pada dosen yang lain. Sehingga tidak merugikan proses akademik bagi mahasiswa akhir. Namun, apa yang dia sampaikan itu hingga kini belum terealisasi. “Bimbingan skripsi itu akan dilimpahkan ke dosen lainnya,” ungkap Djoko, Jumat (24/9) pekan lalu.

Ada empat poin tuntutan mahasiswa yang sampai saat ini belum dijawab dekanat. Salah satunya adalah terbengkalainya mahasiswa yang sedang menjalani bimbingan skripsi oleh dosen kontrak. Sementara, tuntutan lainnya adalah menindaklanjuti proposal kegiatan kemahasiswaan yang terindikasi terjadi penimbunan.

- Advertisement -

TEGALBOTO, RADARJEMBER.ID – Pencopotan tujuh dosen pembimbing di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember rupanya berimbas terhadap mahasiswa. Mahasiswa yang sedang menempuh bimbingan skripsi hingga kini nasibnya belum jelas. Terlebih, pihak fakultas belum juga menyampaikan informasi tentang adanya dosen pengganti bagi 10 mahasiswa yang sedang mengikuti bimbingan tersebut.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP Unej Ali Ausath mengungkapkan, beberapa mahasiswa sampai mengundur waktu penyelesaian akibat terdampak pencopotan tersebut. Bahkan, ada yang terpaksa mengganti judul skripsi. “Ada yang tengah pengerjaan harus diubah. Intinya, kami tidak masuk dalam permasalahan (pencopotan, Red) dosen secara struktural. Fokus kami karena hal itu berdampak pada mahasiswa,” ungkap mahasiswa Prodi Kesejahteraan Sosial tersebut, kemarin (27/9).

Baca Juga Berita Terkait : 7 Dosen di Universitas Jember Dipecat, Bagaimana Nasib Skripsiku

Menurut dia, pembelaan BEM terhadap mahasiswa ini juga masuk dalam beberapa poin yang disampaikan pada audiensi dengan pihak dekanat, beberapa waktu lalu. Dia menegaskan, BEM tidak ingin ikut campur tentang keputusan pencopotan secara struktural. Namun, lebih menyikapi dampak dari keputusan itu yang dinilai merugikan mahasiswa semester akhir.

Ali mengungkapkan, sejauh ini pihaknya juga telah melakukan pendampingan terhadap beberapa mahasiswa yang terdampak. Apalagi, dia menambahkan, selama ini jumlah dosen tidak sebanding dengan jumlah mahasiswa. Artinya, jika dihitung rasionya masih belum ideal. “Karena pergantian pembimbing skripsi ini waktunya cukup lama. Imbasnya ke semua prodi. Yang paling terdampak prodi sosiologi, kesejahteraan sosial, dan perpajakan,” tutur mahasiswa semester tujuh ini.

Sebelumnya, Dekan FISIP Unej Djoko Purnomo mengatakan, mahasiswa bimbingan skripsi tujuh dosen itu dilimpahkan pada dosen yang lain. Sehingga tidak merugikan proses akademik bagi mahasiswa akhir. Namun, apa yang dia sampaikan itu hingga kini belum terealisasi. “Bimbingan skripsi itu akan dilimpahkan ke dosen lainnya,” ungkap Djoko, Jumat (24/9) pekan lalu.

Ada empat poin tuntutan mahasiswa yang sampai saat ini belum dijawab dekanat. Salah satunya adalah terbengkalainya mahasiswa yang sedang menjalani bimbingan skripsi oleh dosen kontrak. Sementara, tuntutan lainnya adalah menindaklanjuti proposal kegiatan kemahasiswaan yang terindikasi terjadi penimbunan.

TEGALBOTO, RADARJEMBER.ID – Pencopotan tujuh dosen pembimbing di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember rupanya berimbas terhadap mahasiswa. Mahasiswa yang sedang menempuh bimbingan skripsi hingga kini nasibnya belum jelas. Terlebih, pihak fakultas belum juga menyampaikan informasi tentang adanya dosen pengganti bagi 10 mahasiswa yang sedang mengikuti bimbingan tersebut.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP Unej Ali Ausath mengungkapkan, beberapa mahasiswa sampai mengundur waktu penyelesaian akibat terdampak pencopotan tersebut. Bahkan, ada yang terpaksa mengganti judul skripsi. “Ada yang tengah pengerjaan harus diubah. Intinya, kami tidak masuk dalam permasalahan (pencopotan, Red) dosen secara struktural. Fokus kami karena hal itu berdampak pada mahasiswa,” ungkap mahasiswa Prodi Kesejahteraan Sosial tersebut, kemarin (27/9).

Baca Juga Berita Terkait : 7 Dosen di Universitas Jember Dipecat, Bagaimana Nasib Skripsiku

Menurut dia, pembelaan BEM terhadap mahasiswa ini juga masuk dalam beberapa poin yang disampaikan pada audiensi dengan pihak dekanat, beberapa waktu lalu. Dia menegaskan, BEM tidak ingin ikut campur tentang keputusan pencopotan secara struktural. Namun, lebih menyikapi dampak dari keputusan itu yang dinilai merugikan mahasiswa semester akhir.

Ali mengungkapkan, sejauh ini pihaknya juga telah melakukan pendampingan terhadap beberapa mahasiswa yang terdampak. Apalagi, dia menambahkan, selama ini jumlah dosen tidak sebanding dengan jumlah mahasiswa. Artinya, jika dihitung rasionya masih belum ideal. “Karena pergantian pembimbing skripsi ini waktunya cukup lama. Imbasnya ke semua prodi. Yang paling terdampak prodi sosiologi, kesejahteraan sosial, dan perpajakan,” tutur mahasiswa semester tujuh ini.

Sebelumnya, Dekan FISIP Unej Djoko Purnomo mengatakan, mahasiswa bimbingan skripsi tujuh dosen itu dilimpahkan pada dosen yang lain. Sehingga tidak merugikan proses akademik bagi mahasiswa akhir. Namun, apa yang dia sampaikan itu hingga kini belum terealisasi. “Bimbingan skripsi itu akan dilimpahkan ke dosen lainnya,” ungkap Djoko, Jumat (24/9) pekan lalu.

Ada empat poin tuntutan mahasiswa yang sampai saat ini belum dijawab dekanat. Salah satunya adalah terbengkalainya mahasiswa yang sedang menjalani bimbingan skripsi oleh dosen kontrak. Sementara, tuntutan lainnya adalah menindaklanjuti proposal kegiatan kemahasiswaan yang terindikasi terjadi penimbunan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

Latih Otot dengan Kuda-Kuda

Sup Daging Kuda Khas Kazakhstan

Jember Aman, Pembangunan Pesat

/