alexametrics
25.8 C
Jember
Saturday, 24 September 2022

Dugaan Perpeloncoan Ospek di Unej, Hingga Boncengan Sesama Jenis Dilarang?

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, Radar JemberKasus dugaan perpeloncoan menjadi sorotan banyak pihak. Kegiatan Pembinaan dan Pengembangan Mahasiswa Baru (P2MB) atau ospek Fakultas Teknik Universitas Jember (Unej) disayangkan seorang mahasiswa dan keluarganya karena dinilai berlebihan. Penelusuran Jawa Pos Radar Jember, ada dua hal krusial yang perlu diurai. Pertama, dugaan ospek yang sampai membuat mahasiswa sakit, dan kedua, dugaan terkait larangan berboncengan sesama jenis.

BACA JUGA : Cerita Pahit Korban KDRT di Bondowoso, Sudah Dilecehkan Masih Juga Diancam

Ospek mahasiswa baru (maba) itu dilaksanakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FT Unej. Saat ospek tersebut, dua dugaan perpeloncoan tersebut mencuat. Keluarga mahasiswa yang ikut ospek pun angkat bicara kepada awak media.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pria berinisial AW yang merupakan paman maba tersebut menyatakan, keponakannya jatuh sakit karena dalam sepekan terakhir mengikuti kegiatan ospek yang tidak normal. Ospek dilaksanakan pada jam-jam yang seharusnya dipergunakan untuk maba beristirahat. Ospek dilangsungkan mulai pukul 20.00 dan selesai melewati pukul 00.00.

- Advertisement -

SUMBERSARI, Radar JemberKasus dugaan perpeloncoan menjadi sorotan banyak pihak. Kegiatan Pembinaan dan Pengembangan Mahasiswa Baru (P2MB) atau ospek Fakultas Teknik Universitas Jember (Unej) disayangkan seorang mahasiswa dan keluarganya karena dinilai berlebihan. Penelusuran Jawa Pos Radar Jember, ada dua hal krusial yang perlu diurai. Pertama, dugaan ospek yang sampai membuat mahasiswa sakit, dan kedua, dugaan terkait larangan berboncengan sesama jenis.

BACA JUGA : Cerita Pahit Korban KDRT di Bondowoso, Sudah Dilecehkan Masih Juga Diancam

Ospek mahasiswa baru (maba) itu dilaksanakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FT Unej. Saat ospek tersebut, dua dugaan perpeloncoan tersebut mencuat. Keluarga mahasiswa yang ikut ospek pun angkat bicara kepada awak media.

Pria berinisial AW yang merupakan paman maba tersebut menyatakan, keponakannya jatuh sakit karena dalam sepekan terakhir mengikuti kegiatan ospek yang tidak normal. Ospek dilaksanakan pada jam-jam yang seharusnya dipergunakan untuk maba beristirahat. Ospek dilangsungkan mulai pukul 20.00 dan selesai melewati pukul 00.00.

SUMBERSARI, Radar JemberKasus dugaan perpeloncoan menjadi sorotan banyak pihak. Kegiatan Pembinaan dan Pengembangan Mahasiswa Baru (P2MB) atau ospek Fakultas Teknik Universitas Jember (Unej) disayangkan seorang mahasiswa dan keluarganya karena dinilai berlebihan. Penelusuran Jawa Pos Radar Jember, ada dua hal krusial yang perlu diurai. Pertama, dugaan ospek yang sampai membuat mahasiswa sakit, dan kedua, dugaan terkait larangan berboncengan sesama jenis.

BACA JUGA : Cerita Pahit Korban KDRT di Bondowoso, Sudah Dilecehkan Masih Juga Diancam

Ospek mahasiswa baru (maba) itu dilaksanakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FT Unej. Saat ospek tersebut, dua dugaan perpeloncoan tersebut mencuat. Keluarga mahasiswa yang ikut ospek pun angkat bicara kepada awak media.

Pria berinisial AW yang merupakan paman maba tersebut menyatakan, keponakannya jatuh sakit karena dalam sepekan terakhir mengikuti kegiatan ospek yang tidak normal. Ospek dilaksanakan pada jam-jam yang seharusnya dipergunakan untuk maba beristirahat. Ospek dilangsungkan mulai pukul 20.00 dan selesai melewati pukul 00.00.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/