Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ruang Kelas Pengap dan Sempit, Siswa Mengeluh Kesemutan dan Panas

S
Penulis: Safitri❯
KURANG NYAMAN: Siswa kelas VI B mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan lesehan di musala yang hanya berukuran 3,5x3,5 meter.
KURANG NYAMAN: Siswa kelas VI B mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan lesehan di musala yang hanya berukuran 3,5x3,5 meter.
GUGUT, Radar Jember – Setelah ambruknya ruang kelas 4 SDN Gugut 02, Desa Gugut, Kecamatan Rambipuji, (25/10) lalu, siswa pun terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di ruangan pengap dan sempit. Hal itu dirasakan siswa kelas VI B yang jumlahnya 28 anak, dengan suasana belajar di musala sekolah secara lesehan.

BACA JUGA : Percepat Informasi Data Dunia Pendidikan Melalui Aplikasi My Dispendik

Mirisnya, musala itu pun tak luas. Cukup sempit bagi puluhan siswa itu bersama seorang guru. Hanya berukuran 3,5x3,5 meter. Tak jarang, beberapa siswa pun merasa lelah dengan kondisi yang tersebut. Beberapa dari mereka pun memilih berselonjor kaki sembari menyimak arahan dari gurunya.

Seperti yang disampaikan Dian Novitarini, guru kelas VI B yang juga ikut merasakan kondisi tersebut. Menurutnya, anak-anak mulai lelah. “Ukuran ruangnya memang sempit. Apalagi masih ada beberapa barang yang mempersempit ruangan. Belum lagi anak-anak juga cukup kepanasan karena memang pengap,” katanya.

Lebih lanjut, Dian menambahkan, dengan kondisi begitu muridnya kurang fokus menerima materi pelajaran yang diberikan. “Kami berharap pemerintah bisa segera membenahi fasilitas yang ada. Ruang kelas yang layak untuk murid-murid,” lanjutnya.

Sementara itu, Sucipto, kepala sekolah, mengatakan, dirinya mendapat keluhan juga dari siswanya langsung. “Anak-anak kalau terlalu lama belajar lesehan kakinya kesemutan dan punggungnya sakit. Juga berdempetan merasa tidak nyaman,” pungkasnya. (jum/c2/bud)

Advertisement
Advertisement
Editor : Safitri

Artikel Terkait

Menanti Nyali Gugus Tugas TPPO Jember: Menyelamatkan Korban di Tengah Keterbatasan Wilayah Dampingan

Menanti Nyali Gugus Tugas TPPO Jember: Menyelamatkan Korban di Tengah Keterbatasan Wilayah Dampingan

Dengan wilayah dampingan yang baru mencakup 13 dari total 226 desa di Jember, jangkauan dan kewenangannya sangat terbatas. Karena itu, sinergi lintas pihak menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar.

Demonstrasi Tak Cukup, GP Ansor Jember Tantang Anak Muda Rebut Ruang Kekuasaan

Demonstrasi Tak Cukup, GP Ansor Jember Tantang Anak Muda Rebut Ruang Kekuasaan

Ketua Ansor Jember Izzul Ashlah menilai demokrasi tak cukup diperjuangkan lewat demonstrasi. Masyarakat sipil harus memperkuat konsolidasi agar mampu menentukan arah kekuasaan dan melawan dominasi oligarki.

Di Balik Nikmatnya Secangkir Kopi, Ada Tekanan Kerja yang Dihadapi Barista Asal Jember Ini

Di Balik Nikmatnya Secangkir Kopi, Ada Tekanan Kerja yang Dihadapi Barista Asal Jember Ini

Usaha café atau coffeshop kini mulai menjamur di Jember, terutama di daerah yang berdekatan dengan kawasan kampus. Terlihat banyak sekali gerai kopi yang buka di daerah sekitar kampus ataupun yang masih dekat dengan kawa

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer