alexametrics
29.6 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Kejar Target Proyek Multiyears, Kontraktor Lelet Bakal Diputus Kontrak

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Proyek perbaikan jalan dengan skema multiyears, meninggalkan noktah. Karena ada sejumlah rekanan yang progres pengerjaannya cukup lambat. Padahal, berdasarkan kontrak awal, perbaikan jalan yang totalnya seribu kilometer lebih itu, harus tuntas akhir Juni kemarin.

Ketua Komisi C DPRD Jember Budi Wicaksono mengungkapkan, meski ada keluhan tentang kualitas aspal, namun saat ini pemerintah masih fokus pada penuntasan pengerjaan agar sesuai target. Karena menurut dia, ada kontraktor yang progres pekerjaannya sangat rendah. Baru 40 persen. “Makanya hari ini kami mengundang kontraktor, konsultan pengawas, perusahaan penyedia aspal dan Dinas PU Bina Marga untuk membicarakan masalah ini,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember, Selasa (26/7).

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Desa Karangduren, Kecamatan Balung ini dihadiri berbagai pemangku kepentingan. Ada perwakilan kontraktor pemenang tender PT Wirabina Prasamnya, Konsultan Supervisi PT Mitra Cipta Engineering, perusahaan penyedia aspal PT MLS, serta Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Sumber Daya Air (PU BMSDA) Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Audiensi ini mengerucut pada satu kesimpulan, jika PT Wirabina Prasamnya tidak mampu menambah progres pengerjaan malam ini hingga pukul 00.00 WIB, maka pemerintah akan memutus kontrak yang telah disepakati sebelumnya. “Keputusan ini sudah tidak bisa ditawar. Tadi Kepala Dinas PU Bina Marga juga sudah menegaskan,” tutur Budi.

BACA JUGA: Pekerjaan Jalan Multiyears di Jember Molor, Progresnya Tak Memuaskan

Kepala Dinas PU BMSDA Jember Jupriono mewanti-wanti agar kontraktor segera menambah progres pekerjaannya. Dia tidak ingin pemerintah mengambil keputusan berat yang berdampak ke semua pihak. Sebab, jika sampai pengaspalan jalan itu terhenti, yang dirugikan cukup banyak. Tak hanya kontraktor dan para pekerjanya, tapi juga masyarakat. “Kalau sampai berhenti butuh proses penganggaran yang panjang. Minimal baru bisa tahun depan (dilanjutkan). Dan masyarakat tidak bisa segera memperoleh manfaat (dari perbaikan jalan),” ucapnya.

Menanggapi leletnya pekerjaan itu, pelaksana proyek PT Wirabina Prasamnya Gensatya Rahardanu beralasan, lambatnya pengerjaan itu karena suplai aspal dari perusahaan penyedia juga terbatas. Hanya saja, dia tidak membeberkan secara detail apa yang menjadi kendala sehingga pengerjaannya begitu lama. “Sebenarnya tidak ada kendala berarti. Tapi kenapa kok tidak selesai? Karena ada kekurangan 5.800 ton (aspal). Ke depan, per harinya harus terdistribusi 500 ton untuk memenuhi target penyelesaian pekerjaan,” ujar Danu.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Proyek perbaikan jalan dengan skema multiyears, meninggalkan noktah. Karena ada sejumlah rekanan yang progres pengerjaannya cukup lambat. Padahal, berdasarkan kontrak awal, perbaikan jalan yang totalnya seribu kilometer lebih itu, harus tuntas akhir Juni kemarin.

Ketua Komisi C DPRD Jember Budi Wicaksono mengungkapkan, meski ada keluhan tentang kualitas aspal, namun saat ini pemerintah masih fokus pada penuntasan pengerjaan agar sesuai target. Karena menurut dia, ada kontraktor yang progres pekerjaannya sangat rendah. Baru 40 persen. “Makanya hari ini kami mengundang kontraktor, konsultan pengawas, perusahaan penyedia aspal dan Dinas PU Bina Marga untuk membicarakan masalah ini,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember, Selasa (26/7).

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Desa Karangduren, Kecamatan Balung ini dihadiri berbagai pemangku kepentingan. Ada perwakilan kontraktor pemenang tender PT Wirabina Prasamnya, Konsultan Supervisi PT Mitra Cipta Engineering, perusahaan penyedia aspal PT MLS, serta Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Sumber Daya Air (PU BMSDA) Jember.

Audiensi ini mengerucut pada satu kesimpulan, jika PT Wirabina Prasamnya tidak mampu menambah progres pengerjaan malam ini hingga pukul 00.00 WIB, maka pemerintah akan memutus kontrak yang telah disepakati sebelumnya. “Keputusan ini sudah tidak bisa ditawar. Tadi Kepala Dinas PU Bina Marga juga sudah menegaskan,” tutur Budi.

BACA JUGA: Pekerjaan Jalan Multiyears di Jember Molor, Progresnya Tak Memuaskan

Kepala Dinas PU BMSDA Jember Jupriono mewanti-wanti agar kontraktor segera menambah progres pekerjaannya. Dia tidak ingin pemerintah mengambil keputusan berat yang berdampak ke semua pihak. Sebab, jika sampai pengaspalan jalan itu terhenti, yang dirugikan cukup banyak. Tak hanya kontraktor dan para pekerjanya, tapi juga masyarakat. “Kalau sampai berhenti butuh proses penganggaran yang panjang. Minimal baru bisa tahun depan (dilanjutkan). Dan masyarakat tidak bisa segera memperoleh manfaat (dari perbaikan jalan),” ucapnya.

Menanggapi leletnya pekerjaan itu, pelaksana proyek PT Wirabina Prasamnya Gensatya Rahardanu beralasan, lambatnya pengerjaan itu karena suplai aspal dari perusahaan penyedia juga terbatas. Hanya saja, dia tidak membeberkan secara detail apa yang menjadi kendala sehingga pengerjaannya begitu lama. “Sebenarnya tidak ada kendala berarti. Tapi kenapa kok tidak selesai? Karena ada kekurangan 5.800 ton (aspal). Ke depan, per harinya harus terdistribusi 500 ton untuk memenuhi target penyelesaian pekerjaan,” ujar Danu.

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Proyek perbaikan jalan dengan skema multiyears, meninggalkan noktah. Karena ada sejumlah rekanan yang progres pengerjaannya cukup lambat. Padahal, berdasarkan kontrak awal, perbaikan jalan yang totalnya seribu kilometer lebih itu, harus tuntas akhir Juni kemarin.

Ketua Komisi C DPRD Jember Budi Wicaksono mengungkapkan, meski ada keluhan tentang kualitas aspal, namun saat ini pemerintah masih fokus pada penuntasan pengerjaan agar sesuai target. Karena menurut dia, ada kontraktor yang progres pekerjaannya sangat rendah. Baru 40 persen. “Makanya hari ini kami mengundang kontraktor, konsultan pengawas, perusahaan penyedia aspal dan Dinas PU Bina Marga untuk membicarakan masalah ini,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember, Selasa (26/7).

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Desa Karangduren, Kecamatan Balung ini dihadiri berbagai pemangku kepentingan. Ada perwakilan kontraktor pemenang tender PT Wirabina Prasamnya, Konsultan Supervisi PT Mitra Cipta Engineering, perusahaan penyedia aspal PT MLS, serta Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Sumber Daya Air (PU BMSDA) Jember.

Audiensi ini mengerucut pada satu kesimpulan, jika PT Wirabina Prasamnya tidak mampu menambah progres pengerjaan malam ini hingga pukul 00.00 WIB, maka pemerintah akan memutus kontrak yang telah disepakati sebelumnya. “Keputusan ini sudah tidak bisa ditawar. Tadi Kepala Dinas PU Bina Marga juga sudah menegaskan,” tutur Budi.

BACA JUGA: Pekerjaan Jalan Multiyears di Jember Molor, Progresnya Tak Memuaskan

Kepala Dinas PU BMSDA Jember Jupriono mewanti-wanti agar kontraktor segera menambah progres pekerjaannya. Dia tidak ingin pemerintah mengambil keputusan berat yang berdampak ke semua pihak. Sebab, jika sampai pengaspalan jalan itu terhenti, yang dirugikan cukup banyak. Tak hanya kontraktor dan para pekerjanya, tapi juga masyarakat. “Kalau sampai berhenti butuh proses penganggaran yang panjang. Minimal baru bisa tahun depan (dilanjutkan). Dan masyarakat tidak bisa segera memperoleh manfaat (dari perbaikan jalan),” ucapnya.

Menanggapi leletnya pekerjaan itu, pelaksana proyek PT Wirabina Prasamnya Gensatya Rahardanu beralasan, lambatnya pengerjaan itu karena suplai aspal dari perusahaan penyedia juga terbatas. Hanya saja, dia tidak membeberkan secara detail apa yang menjadi kendala sehingga pengerjaannya begitu lama. “Sebenarnya tidak ada kendala berarti. Tapi kenapa kok tidak selesai? Karena ada kekurangan 5.800 ton (aspal). Ke depan, per harinya harus terdistribusi 500 ton untuk memenuhi target penyelesaian pekerjaan,” ujar Danu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/