Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Fenomena Langit Maret 2026: Dari Blood Moon hingga Konjungsi Venus-Saturnus, Simak Jadwal Resminya!

M. Ainul Budi • Senin, 9 Maret 2026 | 11:29 WIB

Ilustrasi gerhana bulan 'Blood Moon'.
Ilustrasi gerhana bulan 'Blood Moon'.

RADAR JEMBER - Para pecinta astronomi akan dimanjakan dengan sederet pemandangan spektakuler di langit malam sepanjang bulan Maret 2026.

Berdasarkan data terbaru dari NASA, terdapat beberapa fenomena langka yang patut dinantikan, mulai dari gerhana bulan total atau yang akrab disebut Blood Moon, hingga pertemuan visual planet-planet di sistem tata surya kita.

Pastikan Anda mencatat jadwalnya agar tidak melewatkan momen langka yang hanya terjadi dalam kurun waktu tertentu ini.

1. Fenomena Blood Moon (Gerhana Bulan Total)

Salah satu sorotan utama bulan ini adalah kemunculan Blood Moon. Fenomena ini terjadi saat bulan masuk sepenuhnya ke dalam bayangan inti (umbra) bumi, sehingga bulan tampak berwarna kemerahan akibat pembiasan cahaya matahari oleh atmosfer bumi.

Waktu Kejadian: Maret 2026 (Pantau waktu puncak sesuai zona waktu masing-masing).

Keunikan: Warna merah tembaga yang muncul memberikan kesan dramatis pada permukaan bulan, menjadikannya objek favorit bagi para fotografer langit.

2. Konjungsi Venus dan Saturnus

Selain peristiwa gerhana, langit Maret juga akan menampilkan "tarian" dua planet besar, yaitu Venus dan Saturnus. Dalam fenomena konjungsi ini, kedua planet akan terlihat sangat berdekatan jika dilihat dari perspektif Bumi.

Tampilan Visual: Venus akan tampak sebagai titik paling terang, sementara Saturnus akan berada di dekatnya dengan cahaya yang lebih tenang.

Waktu Pengamatan: Paling baik diamati pada waktu senja atau menjelang fajar, tergantung posisi orbit pada tanggal tersebut.

3. Ekuinoks Maret (Awal Musim Baru)
Bulan Maret juga menandai fenomena Ekuinoks, di mana matahari berada tepat di atas garis khatulistiwa. Hal ini mengakibatkan durasi siang dan malam di seluruh dunia menjadi hampir sama panjang.

Signifikansi: Di belahan bumi utara, ini menandai dimulainya musim semi, sementara di belahan bumi selatan merupakan awal dari musim gugur.

Tips Pengamatan untuk Hasil Maksimal
Untuk mendapatkan pengalaman pengamatan terbaik, Anda disarankan untuk:

Cari Lokasi Minim Polusi Cahaya: Menjauh dari lampu kota akan membuat warna Blood Moon dan kilau planet terlihat lebih kontras.

Gunakan Alat Bantu: Meskipun fenomena ini dapat dilihat dengan mata telanjang, penggunaan binokular atau teleskop kecil akan membantu Anda melihat detail kawah bulan dan cincin Saturnus lebih jelas.

Pantau Cuaca: Pastikan kondisi langit cerah dan tidak tertutup awan mendung pada saat waktu puncak kejadian.

Editor : M. Ainul Budi
#Venus #saturnus #Astronomi #gerhana bulan #Konjungsi #jadwal #blood moon