Radar Jember – Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan respons keras terkait kesepakatan dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS), terutama menyangkut isu produk impor yang disebut tidak memerlukan sertifikasi halal.
Ketua MUI Bidang Fatwa, Asrorun Ni’am Sholeh, menegaskan bahwa kewajiban sertifikasi halal bagi produk yang beredar di tanah air adalah harga mati dan tidak dapat dinegosiasikan dengan pihak mana pun, termasuk Amerika Serikat.
“Undang-Undang kita mengatur jaminan produk halal. Salah satunya disebutkan setiap produk yang masuk, yang beredar, dan atau diperjualbelikan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal,” tegas Ni’am dalam keterangan resminya, Minggu (22/2/2026).
Implementasi Hak Beragama dan HAM
Ni’am menjelaskan bahwa aturan Jaminan Produk Halal (JPH) merupakan bentuk perlindungan hak asasi manusia (HAM) dalam menjalankan ajaran agama, sebagaimana dijamin oleh konstitusi.
Menurutnya, jika AS berbicara soal HAM, maka mereka harus menghormati hak beragama masyarakat Indonesia.
Merujuk pada Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014, Ni’am mengingatkan bahwa prinsip jual beli dalam fiqih muamalah didasarkan pada aturan main, bukan identitas mitra dagang.
Karena mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim, maka kehalalan produk menjadi kebutuhan fundamental yang tidak bisa ditawar.
Kompromi Teknis, Bukan Fundamental
Meski tegas dalam hal syariat, MUI tetap membuka ruang diskusi untuk aspek teknis guna mempermudah perdagangan.
Seperti transparansi pelaporan, penyederhanaan birokrasi dan administrasi, serta efisiensi biaya dan waktu pengurusan sertifikasi.
“Terhadap hal yang bersifat administratif bisa dan boleh disederhanakan. Tapi kita tidak boleh mengorbankan hal yang bersifat fundamental untuk memperoleh keuntungan finansial,” tambahnya.
Imbauan kepada Masyarakat
Di akhir pernyataannya, Ni’am mengajak seluruh warga untuk lebih selektif dan berhati-hati dalam mengonsumsi produk pangan.
Ia meminta masyarakat menghindari produk yang kehalalannya tidak jelas atau tidak patuh pada aturan halal Indonesia, termasuk produk asal Amerika Serikat.
Editor : Imron Hidayatullahh