Radar Jember – Ustaz Felix Siauw melontarkan kritik tajam kepada aparat terkait tindakan terhadap sebuah bendera bergambar tengkorak yang identik dengan simbol kelompok bajak laut di serial anime One Piece.
Dalam unggahan di akun media sosialnya, Felix mengaku kesal karena menurutnya aparat terlalu mempermasalahkan hal sepele.
Ia menilai, kasus bendera tersebut tidak seharusnya menjadi perhatian serius, apalagi sampai diusut dengan pendekatan hukum atau keamanan.
“Perkara bendera aja diributin. Ini bendera anime, bukan bendera kelompok terlarang,” ujarnya dalam video yang diunggah pada Kamis (14/8).
Felix mencontohkan bahwa di luar negeri, simbol-simbol fiksi seperti itu dipakai secara bebas oleh penggemar tanpa harus dicurigai mengandung muatan politik atau ideologi terlarang.
Menurutnya, langkah aparat yang mempersoalkan bendera One Piece justru menunjukkan bahwa ada yang keliru dalam cara berpikir.
Ia menambahkan, masyarakat Indonesia seharusnya diajak fokus pada persoalan yang lebih besar, seperti korupsi, kriminalitas, dan ketidakadilan sosial, alih-alih menghabiskan energi untuk memperdebatkan atribut hiburan.
“Kalau yang beginian aja dibikin ribut, kapan kita mau maju?” pungkasnya.
Aksi kritik Felix ini menuai beragam reaksi dari warganet.
Sebagian mendukung sikapnya yang dianggap membela kebebasan berekspresi, sementara yang lain menilai aparat memang memiliki alasan tersendiri untuk mengantisipasi penyalahgunaan simbol.
Baca Juga: Temukan Bendera One Piece Di Kendaraan Warga saat Melintas di Kawasan Lumajang
Meski begitu, perdebatan soal bendera One Piece ini tetap menjadi perbincangan hangat di media sosial sepanjang hari.
Editor : M. Ainul Budi