Permukiman warga yang terendam banjir itu berada di Dusun Pondoklabu, Desa Klompangan, Kecamatan Ajung dan Dusun Curahbuntu, Desa/Kecamatan Jenggawah. Di dua perkampungan ini, genangan air yang berasal dari saluran irigasi dan persawahan tak hanya merendam pekarangan, tapi juga masuk ke rumah-rumah penduduk.
BACA JUGA: Jalan Raya Jenggawah Jember Jadi Langganan Banjir, Butuh Penanganan Segera
Muhammad, warga setempat, mengatakan, banjir kali seperti ini sudah menjadi langganan di wilayahnya. Selama tiga tahun terakhir, setiap hujan deras mengguyur, rumah-rumah warga selalu terendam. Meski demikian, saat ini merupakan banjir paling parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Tidak seperti biasanya air hingga masuk ke pekarangan warga. Selain itu, gang-gang kecil juga tergenangi air luapan dari sawah,” kata Muhammad.
Sementara di Dusun Curahbuntu, puluhan rumah yang terendam berada di RT 008 RW 001. Salah satunya rumah milik Jawadi, 73, Buwadi, dan Darmanto, 65. Banjir yang menggenangi rumah ketiganya merupakan yang paling parah ketimbang di rumah warga lainnya.
"Pokok setiap hujan deras rumah selalu kebanjiran. Agar bisa ditempati, maka lantai ruang tamu kami tinggikan sekitar 25 sentimeter biar bisa digunakan tidur. Kalau teras sama dapur, sudah tidak bisa ditempati," ujar Buwadi.
Sebenarnya, dirinya bersama beberapa warga yang lain sudah rajin membersihkan selokan dengan memperdalam saluran air tersebut. Terutama di depan rumah mereka. Hanya saja, upaya itu tidak mampu mencegah banjir. “Kami berharap, pemerintah terkait seperti Pak Camat dan Kepala Desa bisa mencarikan solusi. Karena di hilir banyak bangunan dan selokannya kurang tinggi," ucapnya. (*)
Reporter: Jumai
Foto : Jumai
Editor : Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal