Sebelum pandemi Covid-19, tradisi Malam Selawe seolah menjadi malam puncak Ramadan. Ribuan orang tumpah ruah. Mulai anak-anak, remaja hingga lanjut usia. Mereka memadati kawasan wisata religi Sunan Giri di wilayah Kecamatan Kebomas.Tidak saja warga Jatim, namun mereka datang juga dari luar Jawa. Baik datang menggunakan kendaraan pribadi, atau datang datang berombongan naik bus.
Namun, dalam dua tahun terakhir, karena ada pembatasan dari pemerintah maka tradisi Malam Selawe digelar terbatas. Kini, seiring kondisi Covid-19 telah melandai serta ada pelonggaran sejalan dengan capaian vaksinasi, tradisi Malam Selawe pada Ramadan tahun ini kembali dibuka. Pemkab Gresik pun sudah memberikan sinyal, untuk menyemarakkan kembali tradisi Malam Selawe.
Bahkan, untuk menyambut para pengunjung, juga akan digelar bazar UMKM yang dipusatkan di terminal wisata religi di kawasan Sekarkurung. Dalam dua hari terakhir ini, saat sore kawasan Jalan Sunan Giri dan Sunan Prapen juga sudah begitu padat. Sebab, sudah banyak pedagang menjajakan beragam barang dagangannya. Mulai makanan, pakaian hingga sejenisnya. Karena itu, yang tidak berkepentingan sebaiknya hindari kawasan wisata religi makam Sunan Giri.(*)
Penulis : Winardyasto
Foto: Disparbud Gresik
Sumber Berita: JawaPos.com Editor : Safitri