alexametrics
28 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Roy Suryo Berurusan Polisi Unggah Stupa Mirip Jokowi

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID– Perwakilan Umat Buddha Indonesia melaporkan pakar telematika Kanjeng Raden Mas Tumenggung (KRMT) Roy Suryo ke Bareskrim Polri. Laporan tersebut terkait ujaran kebencian bermuatan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), terkait meme Stupa Borobudur.

BACA JUGA: Dana Covid-19 Dialihkan untuk PMK

Laporan Perwakilan Umat Buddha ke Bareskrim Polri tersebut tercatat dengan LP/B/0293/VI/2022/SPKT/BARESKRIM tertanggal 20 Juni 2022. Kombes Pol.Gatot Repli Handoko, Kepala Bagian Penerangan Uum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri membenarkan hal tersebut, ada laporan ditujukan Perwakilan Umat Buddha Indonesia dengan inisial KW.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Jadi benar ada laporan terkait masalah Stupa Borobudur yang melaporkan berinisial KW, dilaporkan Senin, tanggal 20 Juni 2022, pukul 12.00 WIB,” kata Gatot saat dikonfirmasi, di Jakarta, Senin (20/6) dikutip dari Antara.Gatot menegaskan pihak yang dilaporkan adalah pemilik akun Twitter @@KRMTRoySUryo2.

Adapun pihak sebagai korban adalah Umat Buddha Indonesia dan diwakilkan oleh pelapor.Menurut dia, laporan tersebut telah diterima dan akan ditindaklanjuti penyidik apakah ditangani Direktorat Siber atau lainnya.

“Yang dilaporkan itu ujaran kebencian berdasarkan SARA dan/atau penistaan agama Buddha sebagaimana dimaksud Pasal 45A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dan/atau Pasal 156a KUHP,” kata Gatot.Dalam laporan tersebut, lanjut Gatot, pelapor menyertakan barang bukti berupa “print out” akun Twitter @KRMTRoySUryo2.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID– Perwakilan Umat Buddha Indonesia melaporkan pakar telematika Kanjeng Raden Mas Tumenggung (KRMT) Roy Suryo ke Bareskrim Polri. Laporan tersebut terkait ujaran kebencian bermuatan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), terkait meme Stupa Borobudur.

BACA JUGA: Dana Covid-19 Dialihkan untuk PMK

Laporan Perwakilan Umat Buddha ke Bareskrim Polri tersebut tercatat dengan LP/B/0293/VI/2022/SPKT/BARESKRIM tertanggal 20 Juni 2022. Kombes Pol.Gatot Repli Handoko, Kepala Bagian Penerangan Uum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri membenarkan hal tersebut, ada laporan ditujukan Perwakilan Umat Buddha Indonesia dengan inisial KW.

“Jadi benar ada laporan terkait masalah Stupa Borobudur yang melaporkan berinisial KW, dilaporkan Senin, tanggal 20 Juni 2022, pukul 12.00 WIB,” kata Gatot saat dikonfirmasi, di Jakarta, Senin (20/6) dikutip dari Antara.Gatot menegaskan pihak yang dilaporkan adalah pemilik akun Twitter @@KRMTRoySUryo2.

Adapun pihak sebagai korban adalah Umat Buddha Indonesia dan diwakilkan oleh pelapor.Menurut dia, laporan tersebut telah diterima dan akan ditindaklanjuti penyidik apakah ditangani Direktorat Siber atau lainnya.

“Yang dilaporkan itu ujaran kebencian berdasarkan SARA dan/atau penistaan agama Buddha sebagaimana dimaksud Pasal 45A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dan/atau Pasal 156a KUHP,” kata Gatot.Dalam laporan tersebut, lanjut Gatot, pelapor menyertakan barang bukti berupa “print out” akun Twitter @KRMTRoySUryo2.

JAKARTA, RADARJEMBER.ID– Perwakilan Umat Buddha Indonesia melaporkan pakar telematika Kanjeng Raden Mas Tumenggung (KRMT) Roy Suryo ke Bareskrim Polri. Laporan tersebut terkait ujaran kebencian bermuatan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), terkait meme Stupa Borobudur.

BACA JUGA: Dana Covid-19 Dialihkan untuk PMK

Laporan Perwakilan Umat Buddha ke Bareskrim Polri tersebut tercatat dengan LP/B/0293/VI/2022/SPKT/BARESKRIM tertanggal 20 Juni 2022. Kombes Pol.Gatot Repli Handoko, Kepala Bagian Penerangan Uum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri membenarkan hal tersebut, ada laporan ditujukan Perwakilan Umat Buddha Indonesia dengan inisial KW.

“Jadi benar ada laporan terkait masalah Stupa Borobudur yang melaporkan berinisial KW, dilaporkan Senin, tanggal 20 Juni 2022, pukul 12.00 WIB,” kata Gatot saat dikonfirmasi, di Jakarta, Senin (20/6) dikutip dari Antara.Gatot menegaskan pihak yang dilaporkan adalah pemilik akun Twitter @@KRMTRoySUryo2.

Adapun pihak sebagai korban adalah Umat Buddha Indonesia dan diwakilkan oleh pelapor.Menurut dia, laporan tersebut telah diterima dan akan ditindaklanjuti penyidik apakah ditangani Direktorat Siber atau lainnya.

“Yang dilaporkan itu ujaran kebencian berdasarkan SARA dan/atau penistaan agama Buddha sebagaimana dimaksud Pasal 45A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dan/atau Pasal 156a KUHP,” kata Gatot.Dalam laporan tersebut, lanjut Gatot, pelapor menyertakan barang bukti berupa “print out” akun Twitter @KRMTRoySUryo2.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/