alexametrics
23.5 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Dana Covid-19 Dialihkan untuk PMK

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pemerintah desa kini memiliki pekerjaan rumah besar untuk menekan laju penyebaran PMK. Oleh karena itu, beberapa waktu terakhir, masing-masing pemdes memiliki cara tersendiri agar PMK tidak semakin meluas. Salah satunya melakukan monitoring kesehatan ternak dan penyemprotan disinfektan ke semua kandang ternak. Seperti di Desa Sidorejo, Kecamatan Rowokangkung.

BACA JUGA : Sementara Baru Siapka Sarpras Biliar

Kepala Desa Sidorejo Heru Subiantoro menyebut, hampir 90 persen ternak yang berada di wilayahnya itu terpapar PMK. Sementara, jumlah ternak mati dan disembelih paksa karena PMK sudah mencapai 57 ekor. Masyarakat pun makin waswas dan takut ternak mati.

Mobile_AP_Rectangle 2

Oleh karena itu, pihaknya segera menggelar musyawarah desa (musdes), Minggu lalu (19/6). Seluruh pejabat pemdes beserta masyarakat menyepakati penanganan PMK melalui anggaran bidang tidak terduga (BTT) dana desa.

“Kondisi pandemi mulai melandai. Sementara, dana penganan PPKM dan Covid-19 masih ada. Sehingga kami sepakat dananya dialihkan untuk penanganan PMK. Rencananya, selain pembelian disinfektan dan pelaksanaan penyemprotan yang sudah dilakukan, kami juga bakal mengajukannya untuk pembelian obat-obatan,” katanya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pemerintah desa kini memiliki pekerjaan rumah besar untuk menekan laju penyebaran PMK. Oleh karena itu, beberapa waktu terakhir, masing-masing pemdes memiliki cara tersendiri agar PMK tidak semakin meluas. Salah satunya melakukan monitoring kesehatan ternak dan penyemprotan disinfektan ke semua kandang ternak. Seperti di Desa Sidorejo, Kecamatan Rowokangkung.

BACA JUGA : Sementara Baru Siapka Sarpras Biliar

Kepala Desa Sidorejo Heru Subiantoro menyebut, hampir 90 persen ternak yang berada di wilayahnya itu terpapar PMK. Sementara, jumlah ternak mati dan disembelih paksa karena PMK sudah mencapai 57 ekor. Masyarakat pun makin waswas dan takut ternak mati.

Oleh karena itu, pihaknya segera menggelar musyawarah desa (musdes), Minggu lalu (19/6). Seluruh pejabat pemdes beserta masyarakat menyepakati penanganan PMK melalui anggaran bidang tidak terduga (BTT) dana desa.

“Kondisi pandemi mulai melandai. Sementara, dana penganan PPKM dan Covid-19 masih ada. Sehingga kami sepakat dananya dialihkan untuk penanganan PMK. Rencananya, selain pembelian disinfektan dan pelaksanaan penyemprotan yang sudah dilakukan, kami juga bakal mengajukannya untuk pembelian obat-obatan,” katanya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pemerintah desa kini memiliki pekerjaan rumah besar untuk menekan laju penyebaran PMK. Oleh karena itu, beberapa waktu terakhir, masing-masing pemdes memiliki cara tersendiri agar PMK tidak semakin meluas. Salah satunya melakukan monitoring kesehatan ternak dan penyemprotan disinfektan ke semua kandang ternak. Seperti di Desa Sidorejo, Kecamatan Rowokangkung.

BACA JUGA : Sementara Baru Siapka Sarpras Biliar

Kepala Desa Sidorejo Heru Subiantoro menyebut, hampir 90 persen ternak yang berada di wilayahnya itu terpapar PMK. Sementara, jumlah ternak mati dan disembelih paksa karena PMK sudah mencapai 57 ekor. Masyarakat pun makin waswas dan takut ternak mati.

Oleh karena itu, pihaknya segera menggelar musyawarah desa (musdes), Minggu lalu (19/6). Seluruh pejabat pemdes beserta masyarakat menyepakati penanganan PMK melalui anggaran bidang tidak terduga (BTT) dana desa.

“Kondisi pandemi mulai melandai. Sementara, dana penganan PPKM dan Covid-19 masih ada. Sehingga kami sepakat dananya dialihkan untuk penanganan PMK. Rencananya, selain pembelian disinfektan dan pelaksanaan penyemprotan yang sudah dilakukan, kami juga bakal mengajukannya untuk pembelian obat-obatan,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/