alexametrics
23 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Penumpukan Persediaan di AS, Harga Minyak Turun

Mobile_AP_Rectangle 1

SINGAPURA, RADARJEMBER.ID – Persediaan minyak mentah dan produk olahan di tengah meningkatnya kekhawatiran perlambatan ekonomi global di AS menunjukkan penumpukan. Hal itu berakibat harga minyak turun ke level terendah dalam tiga bulan di awal perdagangan Asia.

BACA JUGA : Puluhan Kilo Daging Dibuang

Minyak mentah berjangka Brent turun 68 sen atau 0,7 persen, menjadi diperdagangkan di 98,81 dolar AS per barel pada pukul 00.02 GMT. Minyak mentah West Texas Intermediate AS turun 72 sen atau 0,8 persen, menjadi diperdagangkan di 95,12 dolar AS per barel.

Mobile_AP_Rectangle 2

Investor telah menjual posisi minyak di tengah kekhawatiran bahwa kenaikan suku bunga agresif untuk membendung inflasi akan memacu penurunan ekonomi yang akan memukul permintaan minyak. Harga turun lebih dari 7,0 persen di sesi sebelumnya di tengah perdagangan yang bergejolak.

Pembatasan perjalanan COVID-19 yang diperbarui di China juga membebani pasar. Beberapa kota di ekonomi terbesar kedua di dunia telah mengadopsi pembatasan baru, dari penutupan bisnis hingga penguncian yang lebih luas, dalam upaya untuk mengendalikan infeksi baru dari subvarian virus yang sangat menular.

Sementara itu stok minyak mentah AS naik sekitar 4,8 juta barel untuk pekan yang berakhir 8 Juli. Persediaan bensin naik 3 juta barel, sementara stok sulingan naik sekitar 3,3 juta barel, menurut sumber pasar yang mengutip angka American Petroleum Institute (API), Selasa (12/7/2022).

- Advertisement -

SINGAPURA, RADARJEMBER.ID – Persediaan minyak mentah dan produk olahan di tengah meningkatnya kekhawatiran perlambatan ekonomi global di AS menunjukkan penumpukan. Hal itu berakibat harga minyak turun ke level terendah dalam tiga bulan di awal perdagangan Asia.

BACA JUGA : Puluhan Kilo Daging Dibuang

Minyak mentah berjangka Brent turun 68 sen atau 0,7 persen, menjadi diperdagangkan di 98,81 dolar AS per barel pada pukul 00.02 GMT. Minyak mentah West Texas Intermediate AS turun 72 sen atau 0,8 persen, menjadi diperdagangkan di 95,12 dolar AS per barel.

Investor telah menjual posisi minyak di tengah kekhawatiran bahwa kenaikan suku bunga agresif untuk membendung inflasi akan memacu penurunan ekonomi yang akan memukul permintaan minyak. Harga turun lebih dari 7,0 persen di sesi sebelumnya di tengah perdagangan yang bergejolak.

Pembatasan perjalanan COVID-19 yang diperbarui di China juga membebani pasar. Beberapa kota di ekonomi terbesar kedua di dunia telah mengadopsi pembatasan baru, dari penutupan bisnis hingga penguncian yang lebih luas, dalam upaya untuk mengendalikan infeksi baru dari subvarian virus yang sangat menular.

Sementara itu stok minyak mentah AS naik sekitar 4,8 juta barel untuk pekan yang berakhir 8 Juli. Persediaan bensin naik 3 juta barel, sementara stok sulingan naik sekitar 3,3 juta barel, menurut sumber pasar yang mengutip angka American Petroleum Institute (API), Selasa (12/7/2022).

SINGAPURA, RADARJEMBER.ID – Persediaan minyak mentah dan produk olahan di tengah meningkatnya kekhawatiran perlambatan ekonomi global di AS menunjukkan penumpukan. Hal itu berakibat harga minyak turun ke level terendah dalam tiga bulan di awal perdagangan Asia.

BACA JUGA : Puluhan Kilo Daging Dibuang

Minyak mentah berjangka Brent turun 68 sen atau 0,7 persen, menjadi diperdagangkan di 98,81 dolar AS per barel pada pukul 00.02 GMT. Minyak mentah West Texas Intermediate AS turun 72 sen atau 0,8 persen, menjadi diperdagangkan di 95,12 dolar AS per barel.

Investor telah menjual posisi minyak di tengah kekhawatiran bahwa kenaikan suku bunga agresif untuk membendung inflasi akan memacu penurunan ekonomi yang akan memukul permintaan minyak. Harga turun lebih dari 7,0 persen di sesi sebelumnya di tengah perdagangan yang bergejolak.

Pembatasan perjalanan COVID-19 yang diperbarui di China juga membebani pasar. Beberapa kota di ekonomi terbesar kedua di dunia telah mengadopsi pembatasan baru, dari penutupan bisnis hingga penguncian yang lebih luas, dalam upaya untuk mengendalikan infeksi baru dari subvarian virus yang sangat menular.

Sementara itu stok minyak mentah AS naik sekitar 4,8 juta barel untuk pekan yang berakhir 8 Juli. Persediaan bensin naik 3 juta barel, sementara stok sulingan naik sekitar 3,3 juta barel, menurut sumber pasar yang mengutip angka American Petroleum Institute (API), Selasa (12/7/2022).

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/