alexametrics
24.8 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Puluhan Kilo Daging Dibuang

Mobile_AP_Rectangle 1

DABASAH, Radar Ijen – Masyarakat masih merasa waswas untuk mengonsumsi daging sapi. Dampak dari penyakit mulut dan kuku (PMK) tersebut juga berimbas kepada pedagang daging. Bahkan, mereka membuang puluhan kilogram daging yang membusuk karena tidak terjual.

BACA JUGA : Mengubah Mindset Pernikahan Dini, Mengapa Tidak?

Penjual daging sapi di Pasar Induk Bondowoso, Kholili, siang kemarin (12/7), tengah melihat-lihat sisa daging yang belum terjual. Dia juga mengecek kondisi daging, apakah masih baik dan layak jual atau tidak. “Tidak ada yang beli sekarang. Ini saja sudah tiga kali membuang sisa daging yang tidak laku. Karena sudah jelek dan tidak layak dijual,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Mobile_AP_Rectangle 2

Daging yang dibuangnya tak tanggung-tanggung. Sebanyak 30 hingga 40 kilogram. Kejadian tersebut dialaminya saat menjelang Hari Raya Kurban kemarin. Dirinya mengira akan banyak pembeli yang datang seperti momen Idul Adha tahun sebelumnya. “Kalau dulu itu, 300 kilogram daging masih kurang,” urainya.

Kholili menyatakan, para penjual di sampingnya juga tidak berani menyembelih sapi. “Biasanya potong sapi itu sampai dua ekor. Sekarang satu ekor saja tidak berani. Karena takut tidak laku,” ucapnya.

- Advertisement -

DABASAH, Radar Ijen – Masyarakat masih merasa waswas untuk mengonsumsi daging sapi. Dampak dari penyakit mulut dan kuku (PMK) tersebut juga berimbas kepada pedagang daging. Bahkan, mereka membuang puluhan kilogram daging yang membusuk karena tidak terjual.

BACA JUGA : Mengubah Mindset Pernikahan Dini, Mengapa Tidak?

Penjual daging sapi di Pasar Induk Bondowoso, Kholili, siang kemarin (12/7), tengah melihat-lihat sisa daging yang belum terjual. Dia juga mengecek kondisi daging, apakah masih baik dan layak jual atau tidak. “Tidak ada yang beli sekarang. Ini saja sudah tiga kali membuang sisa daging yang tidak laku. Karena sudah jelek dan tidak layak dijual,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Daging yang dibuangnya tak tanggung-tanggung. Sebanyak 30 hingga 40 kilogram. Kejadian tersebut dialaminya saat menjelang Hari Raya Kurban kemarin. Dirinya mengira akan banyak pembeli yang datang seperti momen Idul Adha tahun sebelumnya. “Kalau dulu itu, 300 kilogram daging masih kurang,” urainya.

Kholili menyatakan, para penjual di sampingnya juga tidak berani menyembelih sapi. “Biasanya potong sapi itu sampai dua ekor. Sekarang satu ekor saja tidak berani. Karena takut tidak laku,” ucapnya.

DABASAH, Radar Ijen – Masyarakat masih merasa waswas untuk mengonsumsi daging sapi. Dampak dari penyakit mulut dan kuku (PMK) tersebut juga berimbas kepada pedagang daging. Bahkan, mereka membuang puluhan kilogram daging yang membusuk karena tidak terjual.

BACA JUGA : Mengubah Mindset Pernikahan Dini, Mengapa Tidak?

Penjual daging sapi di Pasar Induk Bondowoso, Kholili, siang kemarin (12/7), tengah melihat-lihat sisa daging yang belum terjual. Dia juga mengecek kondisi daging, apakah masih baik dan layak jual atau tidak. “Tidak ada yang beli sekarang. Ini saja sudah tiga kali membuang sisa daging yang tidak laku. Karena sudah jelek dan tidak layak dijual,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Daging yang dibuangnya tak tanggung-tanggung. Sebanyak 30 hingga 40 kilogram. Kejadian tersebut dialaminya saat menjelang Hari Raya Kurban kemarin. Dirinya mengira akan banyak pembeli yang datang seperti momen Idul Adha tahun sebelumnya. “Kalau dulu itu, 300 kilogram daging masih kurang,” urainya.

Kholili menyatakan, para penjual di sampingnya juga tidak berani menyembelih sapi. “Biasanya potong sapi itu sampai dua ekor. Sekarang satu ekor saja tidak berani. Karena takut tidak laku,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/