Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cuaca Buruk, Lion Air Batal Mendarat di Ambon

S
Penulis: Safitri❯
Caption Foto : Seorang petugas (kanan) memberikan payung kepada calon penumpang untuk menuju pesawat saat hujan di Bandara Pattimura, Kota Ambon, Maluku, Senin (11/7/2022). Berdasarkan data BMKG, cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang ter
Caption Foto : Seorang petugas (kanan) memberikan payung kepada calon penumpang untuk menuju pesawat saat hujan di Bandara Pattimura, Kota Ambon, Maluku, Senin (11/7/2022). Berdasarkan data BMKG, cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang ter
AMBON, RADARJEMBER.ID - Pesawat dari maskapai Lion Air rute Makassar-Ambon pada Senin siang batal mendarat dan kembali ke asal (return to base/RTB) akibat cuaca buruk di ibu kota Provinsi Maluku itu. Hal tersebut seperti dinyatakan Angkasa Pura (AP) I sebagai otoritas penerbangan di Bandara Pattimura Ambon.

BACA JUGA : Cara Konsumsi Daging Kurban yang Aman di Tengah Wabah PMK

"Pesawat Lion Air JT886 dari Makassar tujuan Ambon telah RTB pada pukul 13.15 WIT, artinya kembali ke Makassar karena cuaca," kata Humas Angkasa Pura I Bandara Pattimura, Aditya Narendra, seperti dikutip dari ANTARA di Ambon, Senin.

Aditya menjelaskan, pesawat tersebut seharusnya sesuai jadwal mendarat di Bandara Pattimura pada 13.40 WIT. Namun pilot memutuskan untuk balik arah dan kembali ke Makassar karena pertimbangan keselamatan. Hujan deras memang terus mengguyur Kota Ambon sejak Senin dini hari hingga siang.

"Keputusan itu diambil oleh pilot setelah berkomunikasi dengan pihak AirNav Bandara," ujarnya.

Dampak dari kejadian tersebut, penumpang yang seharusnya akan diangkut dengan pesawat tersebut dari Bandara Ambon masih harus menunggu tanpa kepastian.

Aditya menjelaskan untuk keselamatan penerbangan di Bandara Pattimura batas minimal jarak pandang yang aman untuk penerbangan adalah minimal mencapai 5.000 meter. "Apabila di bawah itu maka kondisi jarak pandang berisiko untuk penerbangan," ujarnya.

Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang sempat mengganggu penerbangan dan paling parah terjadi pada Jumat (8/7) pekan lalu. Cuaca ekstrem saat itu membuat delapan penerbangan yang seharusnya mendarat di Bandara Ambon terpaksa dibatalkan.

Ratusan penumpang yang seharusnya dilayani oleh delapan penerbangan pada hari itu dari Bandara Ambon, terpaksa pulang dan baru bisa berangkat pada Sabtu (9/7).

Selama ini ada 38 penerbangan dari dan menuju Bandara Pattimura setiap harinya. Puluhan penerbangan itu didominasi penerbangan komersil dan sisanya penerbangan carter dan penerbangan perintis. (*)

 

Editor : Yerri Arintoko Aji

Foto : ANTARA FOTO/FB Anggoro

Sumber Berita : Antara

Advertisement
Advertisement
Editor : Safitri

Artikel Terkait

Cuaca Ekstrem Hantam Bondowoso! Produksi Kopi Arabika Anjlok 60 Persen

Cuaca Ekstrem Hantam Bondowoso! Produksi Kopi Arabika Anjlok 60 Persen

Diguyur hujan deras saat fase pembungaan, produksi kopi arabika Bondowoso merosot hingga 60 persen, namun diiringi lonjakan harga jual di tingkat petani.

Jangan Kaget! Baru Dua Pekan Memasuki Puncak Kemarau, Desa di Jember Ini Sudah Alami Kondisi yang Memprihatinkan

Jangan Kaget! Baru Dua Pekan Memasuki Puncak Kemarau, Desa di Jember Ini Sudah Alami Kondisi yang Memprihatinkan

Dampak kemarau membuat ratusan KK di Pakusari Jember mengalami krisis air bersih, memaksa PMI dan BPBD turun tangan mendistribusikan ribuan liter bantuan.

Ancaman Nyata Iklim Indonesia: El Nino Bertahan Sampai 2027, Intip Jadwal Puncak Kemarau di Daerahmu!

Ancaman Nyata Iklim Indonesia: El Nino Bertahan Sampai 2027, Intip Jadwal Puncak Kemarau di Daerahmu!

BMKG dan BRIN memprediksi puncak musim kemarau 2026 berlangsung lebih kering dan panjang akibat fenomena El Nino moderat hingga awal 2027.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer