alexametrics
30.8 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Cara Konsumsi Daging Kurban yang Aman di Tengah Wabah PMK

Umat muslim menyambut Idul Adha tahun ini dengan penuh sukacita. Meskipun di tengah wabah penyakit mulut dan kuku (PMK), semua hewan kurban dipastikan sehat. Paling penting, dagingnya direbus dulu sebelum didistribusikan.

Mobile_AP_Rectangle 1

CITRODIWANGSAN, Radar Semeru – Pelaksanaan Hari Raya Idul Adha tahun ini tak serentak. Sebagian umat Islam merayakannya pada hari Sabtu (9/7). Sementara, sebagian lainnya menggelarnya kemarin. Meski berbeda, rata-rata penyembelihan hewan kurban dilaksanakan kemarin.

BACA JUGA : Penjual Kambing Tak Khawatir PMK

Akan tetapi, momentum hari raya kali ini sangat berbeda. Sebab, wabah PMK di Lumajang masih ada. Hal itu cukup membuat masyarakat khawatir. Terutama untuk mengonsumsi dagingnya. Karena itu, pemkab memberlakukan aturan sebelum daging dikonsumsi. Salah satunya bagian jeroan wajib direbus dulu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ketua Takmir Masjid Al Huda, Kelurahan Citrodiwangsan, Kecamatan Lumajang, Khamim mengatakan, pihaknya sudah melakukan langkah antisipasi agar PMK tidak menyebar luas. Sesuai imbauan, panitia menyediakan alat masak. Tujuannya untuk merebus daging sebelum didistribusikan ke masyarakat.

“Tidak semua daging sapi dan kambing direbus. Jadi, hanya jeroan seperti usus, babat, dan sebagainya. Kami sudah memasaknya dengan air mendidih sesuai edaran maupun imbauan yang kami terima,” katanya.

- Advertisement -

CITRODIWANGSAN, Radar Semeru – Pelaksanaan Hari Raya Idul Adha tahun ini tak serentak. Sebagian umat Islam merayakannya pada hari Sabtu (9/7). Sementara, sebagian lainnya menggelarnya kemarin. Meski berbeda, rata-rata penyembelihan hewan kurban dilaksanakan kemarin.

BACA JUGA : Penjual Kambing Tak Khawatir PMK

Akan tetapi, momentum hari raya kali ini sangat berbeda. Sebab, wabah PMK di Lumajang masih ada. Hal itu cukup membuat masyarakat khawatir. Terutama untuk mengonsumsi dagingnya. Karena itu, pemkab memberlakukan aturan sebelum daging dikonsumsi. Salah satunya bagian jeroan wajib direbus dulu.

Ketua Takmir Masjid Al Huda, Kelurahan Citrodiwangsan, Kecamatan Lumajang, Khamim mengatakan, pihaknya sudah melakukan langkah antisipasi agar PMK tidak menyebar luas. Sesuai imbauan, panitia menyediakan alat masak. Tujuannya untuk merebus daging sebelum didistribusikan ke masyarakat.

“Tidak semua daging sapi dan kambing direbus. Jadi, hanya jeroan seperti usus, babat, dan sebagainya. Kami sudah memasaknya dengan air mendidih sesuai edaran maupun imbauan yang kami terima,” katanya.

CITRODIWANGSAN, Radar Semeru – Pelaksanaan Hari Raya Idul Adha tahun ini tak serentak. Sebagian umat Islam merayakannya pada hari Sabtu (9/7). Sementara, sebagian lainnya menggelarnya kemarin. Meski berbeda, rata-rata penyembelihan hewan kurban dilaksanakan kemarin.

BACA JUGA : Penjual Kambing Tak Khawatir PMK

Akan tetapi, momentum hari raya kali ini sangat berbeda. Sebab, wabah PMK di Lumajang masih ada. Hal itu cukup membuat masyarakat khawatir. Terutama untuk mengonsumsi dagingnya. Karena itu, pemkab memberlakukan aturan sebelum daging dikonsumsi. Salah satunya bagian jeroan wajib direbus dulu.

Ketua Takmir Masjid Al Huda, Kelurahan Citrodiwangsan, Kecamatan Lumajang, Khamim mengatakan, pihaknya sudah melakukan langkah antisipasi agar PMK tidak menyebar luas. Sesuai imbauan, panitia menyediakan alat masak. Tujuannya untuk merebus daging sebelum didistribusikan ke masyarakat.

“Tidak semua daging sapi dan kambing direbus. Jadi, hanya jeroan seperti usus, babat, dan sebagainya. Kami sudah memasaknya dengan air mendidih sesuai edaran maupun imbauan yang kami terima,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/