alexametrics
21.9 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Penganiaya ART Terancam 10 Tahun Penjara

Mobile_AP_Rectangle 1

KOTA BENGKULU, RADARJEMBER.ID – Kasus penganiayaan Asisten Rumah Tangga (ART) kini tengah ditangani Polres Bengkulu. Kepala Kepolisian Resor (Polres) Bengkulu AKBP Andi Daddy Nur Cahyo menyebutkan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan kejiwaan terhadap kedua tersangka suami istri, yaitu YA dan BA yang menganiaya Asisten Rumah Tangga (ART), tidak mengalami kelainan jiwa.

BACA JUGA : RPH Diminta Sediakan Alat Rebus Daging

“Kedua tersangka sudah menjalani pemeriksaan kejiwaan, dan hasilnya tersangka dipastikan sehat dan normal atau tak memiliki kelainan jiwa,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Andi memastikan bahwa kasus dugaan penganiayaan oknum polisi terhadap ART-nya itu akan terus berlanjut sekalipun ada perdamaian di antaranya pelaku dan korban.

Sebab kasus penganiayaan tersebut merupakan kasus murni pidana, sehingga pihak kepolisian tidak berhak memutuskan atau menghentikan perkara tersebut, serta untuk surat pemberitahuan telah dimulainya penyelidikan perkara tersebut telah disampaikan kepada pihak kejaksaan.

Andi mengatakan bahwa anggotanya telah memeriksa kondisi korban yang belum dapat memenuhi panggilan penyidik untuk memberi keterangan, sebab korban masih mengalami trauma.

“Korban tidak menyangka kasus yang menimpanya menjadi pembicaraan di tengah masyarakat, sehingga merasa khawatir karena menjadi sorotan publik,” ujarnya.

- Advertisement -

KOTA BENGKULU, RADARJEMBER.ID – Kasus penganiayaan Asisten Rumah Tangga (ART) kini tengah ditangani Polres Bengkulu. Kepala Kepolisian Resor (Polres) Bengkulu AKBP Andi Daddy Nur Cahyo menyebutkan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan kejiwaan terhadap kedua tersangka suami istri, yaitu YA dan BA yang menganiaya Asisten Rumah Tangga (ART), tidak mengalami kelainan jiwa.

BACA JUGA : RPH Diminta Sediakan Alat Rebus Daging

“Kedua tersangka sudah menjalani pemeriksaan kejiwaan, dan hasilnya tersangka dipastikan sehat dan normal atau tak memiliki kelainan jiwa,” katanya.

Andi memastikan bahwa kasus dugaan penganiayaan oknum polisi terhadap ART-nya itu akan terus berlanjut sekalipun ada perdamaian di antaranya pelaku dan korban.

Sebab kasus penganiayaan tersebut merupakan kasus murni pidana, sehingga pihak kepolisian tidak berhak memutuskan atau menghentikan perkara tersebut, serta untuk surat pemberitahuan telah dimulainya penyelidikan perkara tersebut telah disampaikan kepada pihak kejaksaan.

Andi mengatakan bahwa anggotanya telah memeriksa kondisi korban yang belum dapat memenuhi panggilan penyidik untuk memberi keterangan, sebab korban masih mengalami trauma.

“Korban tidak menyangka kasus yang menimpanya menjadi pembicaraan di tengah masyarakat, sehingga merasa khawatir karena menjadi sorotan publik,” ujarnya.

KOTA BENGKULU, RADARJEMBER.ID – Kasus penganiayaan Asisten Rumah Tangga (ART) kini tengah ditangani Polres Bengkulu. Kepala Kepolisian Resor (Polres) Bengkulu AKBP Andi Daddy Nur Cahyo menyebutkan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan kejiwaan terhadap kedua tersangka suami istri, yaitu YA dan BA yang menganiaya Asisten Rumah Tangga (ART), tidak mengalami kelainan jiwa.

BACA JUGA : RPH Diminta Sediakan Alat Rebus Daging

“Kedua tersangka sudah menjalani pemeriksaan kejiwaan, dan hasilnya tersangka dipastikan sehat dan normal atau tak memiliki kelainan jiwa,” katanya.

Andi memastikan bahwa kasus dugaan penganiayaan oknum polisi terhadap ART-nya itu akan terus berlanjut sekalipun ada perdamaian di antaranya pelaku dan korban.

Sebab kasus penganiayaan tersebut merupakan kasus murni pidana, sehingga pihak kepolisian tidak berhak memutuskan atau menghentikan perkara tersebut, serta untuk surat pemberitahuan telah dimulainya penyelidikan perkara tersebut telah disampaikan kepada pihak kejaksaan.

Andi mengatakan bahwa anggotanya telah memeriksa kondisi korban yang belum dapat memenuhi panggilan penyidik untuk memberi keterangan, sebab korban masih mengalami trauma.

“Korban tidak menyangka kasus yang menimpanya menjadi pembicaraan di tengah masyarakat, sehingga merasa khawatir karena menjadi sorotan publik,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/