alexametrics
28 C
Jember
Monday, 15 August 2022

RPH Diminta Sediakan Alat Rebus Daging

Mobile_AP_Rectangle 1

TENGGARANG, Radar Ijen – Idul Adha kali ini masyarakat dibuat resah dengan adanya penyakit mulut dan kuku (PMK). Oleh sebab itu, Pemkab Bondowoso melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) setempat menyarankan kepada setiap rumah potong hewan (RPH) agar menyediakan alat untuk merebus.

BACA JUGA : Jangan Ada Penyelewengan Anggaran Sekolah

Penyakit satu ini memang menyerang hewan ternak seperti sapi dan kambing dengan penularan yang cukup cepat. Meski demikian, PMK tidak menular ke manusia. Daging hewannya pun aman untuk dikonsumsi. Bahkan, bagian-bagian tubuh hewan yang terserang juga aman dikonsumsi. Dengan catatan harus direbus terlebih dahulu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pejabat Otoritas Veteriner (POV) Bondowoso drh Cendy Herdiawan mengatakan, hewan yang akan dikurbankan harus dipastikan benar-benar sehat. Sebab, hal itu menjadi salah satu syarat sahnya ibadah tersebut. Tapi, jika saat akan dilakukan pemotongan hewan ternak terindikasi mengidap PMK, maka berdasarkan fatwa MUI, pemotongan tersebut bukan sebagai kurban, melainkan sedekah.

- Advertisement -

TENGGARANG, Radar Ijen – Idul Adha kali ini masyarakat dibuat resah dengan adanya penyakit mulut dan kuku (PMK). Oleh sebab itu, Pemkab Bondowoso melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) setempat menyarankan kepada setiap rumah potong hewan (RPH) agar menyediakan alat untuk merebus.

BACA JUGA : Jangan Ada Penyelewengan Anggaran Sekolah

Penyakit satu ini memang menyerang hewan ternak seperti sapi dan kambing dengan penularan yang cukup cepat. Meski demikian, PMK tidak menular ke manusia. Daging hewannya pun aman untuk dikonsumsi. Bahkan, bagian-bagian tubuh hewan yang terserang juga aman dikonsumsi. Dengan catatan harus direbus terlebih dahulu.

Pejabat Otoritas Veteriner (POV) Bondowoso drh Cendy Herdiawan mengatakan, hewan yang akan dikurbankan harus dipastikan benar-benar sehat. Sebab, hal itu menjadi salah satu syarat sahnya ibadah tersebut. Tapi, jika saat akan dilakukan pemotongan hewan ternak terindikasi mengidap PMK, maka berdasarkan fatwa MUI, pemotongan tersebut bukan sebagai kurban, melainkan sedekah.

TENGGARANG, Radar Ijen – Idul Adha kali ini masyarakat dibuat resah dengan adanya penyakit mulut dan kuku (PMK). Oleh sebab itu, Pemkab Bondowoso melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) setempat menyarankan kepada setiap rumah potong hewan (RPH) agar menyediakan alat untuk merebus.

BACA JUGA : Jangan Ada Penyelewengan Anggaran Sekolah

Penyakit satu ini memang menyerang hewan ternak seperti sapi dan kambing dengan penularan yang cukup cepat. Meski demikian, PMK tidak menular ke manusia. Daging hewannya pun aman untuk dikonsumsi. Bahkan, bagian-bagian tubuh hewan yang terserang juga aman dikonsumsi. Dengan catatan harus direbus terlebih dahulu.

Pejabat Otoritas Veteriner (POV) Bondowoso drh Cendy Herdiawan mengatakan, hewan yang akan dikurbankan harus dipastikan benar-benar sehat. Sebab, hal itu menjadi salah satu syarat sahnya ibadah tersebut. Tapi, jika saat akan dilakukan pemotongan hewan ternak terindikasi mengidap PMK, maka berdasarkan fatwa MUI, pemotongan tersebut bukan sebagai kurban, melainkan sedekah.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/