Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kerusakan Dampak Erupsi Mulai Dicatat Pemkab Lumajang

A
Penulis: Atieqson❯

RUSAK: Salah satu penampakan rumah yang rusak di Kecamatan Pronojiwo akibat erupsi Gunung Semeru, kemarin.(ATIEQSON MAR IQBAL/RAME)
RUSAK: Salah satu penampakan rumah yang rusak di Kecamatan Pronojiwo akibat erupsi Gunung Semeru, kemarin.(ATIEQSON MAR IQBAL/RAME)


Advertisement

radarjember.id - Dampak kerusakan akibat erupsi Gunung Semeru mulai didata.

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Lumajang mulai melakukan survei terpadu untuk mencatat kerusakan rumah, jalan lingkungan, drainase, jaringan perpipaan air minum maupun layanan sanitasi.

Setidaknya ada kecamatan yang dilakukan survei, di antaranya desa di Kecamatan Candipuro dan desa di Kecamatan Pronojiwo.

Advertisement

Hasilnya, wilayah yang masuk dalam kecamatan Candipuro tidak terdapat kerusakan yang fatal.

Bahkan, kondisi infrastruktur dianggap aman bagi warga.

Kepala DPKP Lumajang Aris Pidekso menjelaskan, berbeda dengan di Kecamatan Pronojiwo, setidaknya tim telah mencatat terdapat 232 unit rumah terdampak, dengan seluruh pemilik rumah teridentifikasi, termasuk tujuh korban yang tercatat dalam SK pembagian hunian tetap BSD.

Advertisement

Kerusakan jalan lingkungan dan drainase mencapai 1.000 meter.

Sedangkan jaringan perpipaan air minum dan layanan sanitasi masing-masing terdampak pada 232 sumur individu.

“Pendekatan survei dilakukan secara visual langsung di lapangan, diperkaya dengan citra satelit dan drone. Sehingga memungkinkan pemetaan kerusakan secara cepat dan akurat. Hingga kini, progres pengumpulan data telah mencapai 90 persen, pemerintah ingin memberi rasa aman kepada warga,” katanya.

Selain melakukan pencatatan kerusakan, pihaknya juga telah melakukan perbaikan kamar mandi di lokasi pengungsian SDN 04 Supiturang, Kecamatan Pronojiwo.

“Modernisasi survei bukan sekadar teknologi. Ini adalah bukti ketelitian dan keseriusan pemerintah dalam memastikan warga terdampak mendapatkan perlindungan dan pemulihan yang maksimal,” pungkasnya. (son/fid)

Advertisement
Editor : Adeapryanis

Artikel Terkait

Gunung Semeru Kembali Erupsi Dengan Jarak Luncur 4.5 Kilometer

Gunung Semeru Kembali Erupsi Dengan Jarak Luncur 4.5 Kilometer

Erupsi Gunung Semeru disertai awan panas guguran terjadi Kamis (5/11), kemarin. Dengan jarak luncur awan panas mencapai 4.500 meter atau setara dengan 4,5 kilometer.

Ditinggal Dan Dibiarkan Kosong, Pemkab Lumajang Bakal Tarik Unit Huntap Erupsi Semeru

Ditinggal Dan Dibiarkan Kosong, Pemkab Lumajang Bakal Tarik Unit Huntap Erupsi Semeru

Pemkab Lumajang memverifikasi ratusan hunian tetap erupsi Semeru yang dibiarkan kosong di Sumbermujur sebelum menentukan kebijakan penarikan kembali unit bangunan tersebut.

Belasan Tahun Rusak, Jalur Evakuasi Semeru Lumajang Bakal Diperbaiki dengan Alokasi Rp 18 M

Belasan Tahun Rusak, Jalur Evakuasi Semeru Lumajang Bakal Diperbaiki dengan Alokasi Rp 18 M

Pemerintah pusat mengalokasikan DAK Rp 18 miliar untuk membenahi jalur evakuasi erupsi Gunung Semeru di Lumajang yang telah rusak belasan tahun

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer