Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Banjir Lahar Dingin Mengancam Lumajang

A
Penulis: Atieqson❯

PENUH: Endapan material vulkanis Gunung Semeru yang menumpuk di sungai Besuk Kobokan, kemarin.(ATIEQSON MAR IQBAL/RAME)
PENUH: Endapan material vulkanis Gunung Semeru yang menumpuk di sungai Besuk Kobokan, kemarin.(ATIEQSON MAR IQBAL/RAME)


Advertisement

radarjember.id - Intensitas hujan yang turun saat ini masih cukup tinggi.

Praktis, ancaman banjir lahar dingin masih menghantui.

Kali ini Pemkab Lumajang bakal memperkuat langkah mitigasi, warga diimbau untuk berpegang pada informasi resmi untuk menjaga keselamatan.

Advertisement

Pantauan Jawa Pos Radar Semeru, setiap hari turun hujan dengan intensitas sedang hingga deras.

Bahkan, hujan itu bisa turun sepanjang hari.

Apalagi, hasil pantauan Pos Pengamatan Gunungapi Semeru, terekam mendung dengan angin lembah ke barat laut.

Advertisement

Pemandangan gunung sering tertutupi kabut tebal.

Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Yudi Cahyono mengatakan, visual menunjukkan asap kawah bertekanan lemah hingga kuat dengan warna putih dan intensitas sedang hingga tinggi, membumbung setinggi 1.000 meter dari puncak.

Dua kali letusan turut teramati, disertai kolom asap putih tebal-kelabu setinggi 500–700 meter yang bergerak ke barat daya.

Dari sisi kegempaan, petugas mencatat 36 gempa letusan, dua gempa guguran, dan lima gempa hembusan dengan amplitudo dan durasi yang menunjukkan aktivitas internal gunung masih intens.

Kondisi ini menegaskan bahwa Semeru berada dalam fase erupsi aktif dan perlu direspons dengan langkah mitigasi yang disiplin.

“Imbauan untuk menjaga jarak minimal 500 meter dari sempadan sungai tetap berlaku. Potensi bahaya awan panas, guguran lava hingga banjir lahar cukup tinggi,” katanya.

Informasinya, awan panas maupun banjir lahar dingin itu bakal bergerak cepat mengikuti lembah sungai.

Terutama pada Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, dan anak-anak sungai lainnya.

Saat ini, Pemkab Lumajang terus menguatkan koordinasi lintas sektor, memastikan jalur komunikasi resmi bekerja cepat, jelas, dan dapat diakses publik.

Setiap perubahan aktivitas gunung akan segera disampaikan melalui kanal informasi pemerintah agar warga dapat memahami situasi dengan tepat.

“Kami berharap, masyarakat tetap tenang, waspada, dan mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan. Informasi akurat menjadi kunci agar langkah mitigasi dapat berjalan efektif dan keselamatan warga tetap terjaga di tengah perkembangan aktivitas Semeru yang dinamis,” pungkasnya. (son/fid)

Advertisement

Artikel Terkait

Gunung Semeru Kembali Erupsi Dengan Jarak Luncur 4.5 Kilometer

Gunung Semeru Kembali Erupsi Dengan Jarak Luncur 4.5 Kilometer

Erupsi Gunung Semeru disertai awan panas guguran terjadi Kamis (5/11), kemarin. Dengan jarak luncur awan panas mencapai 4.500 meter atau setara dengan 4,5 kilometer.

Ditinggal Dan Dibiarkan Kosong, Pemkab Lumajang Bakal Tarik Unit Huntap Erupsi Semeru

Ditinggal Dan Dibiarkan Kosong, Pemkab Lumajang Bakal Tarik Unit Huntap Erupsi Semeru

Pemkab Lumajang memverifikasi ratusan hunian tetap erupsi Semeru yang dibiarkan kosong di Sumbermujur sebelum menentukan kebijakan penarikan kembali unit bangunan tersebut.

Belasan Tahun Rusak, Jalur Evakuasi Semeru Lumajang Bakal Diperbaiki dengan Alokasi Rp 18 M

Belasan Tahun Rusak, Jalur Evakuasi Semeru Lumajang Bakal Diperbaiki dengan Alokasi Rp 18 M

Pemerintah pusat mengalokasikan DAK Rp 18 miliar untuk membenahi jalur evakuasi erupsi Gunung Semeru di Lumajang yang telah rusak belasan tahun

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer