JEMBER KIDUL, Radar Jember - Pemakaian softlens sebetulnya tidak boleh sembarangan. Termasuk softlens untuk kelainan mata minus. Ada aturan waktu pemakaian yang berbeda dengan penggunaan kacamata.
Dokter spesialis mata, Erwanda Fredy, menjelaskan, ada baiknya softlens tidak dipakai lebih dari delapan jam dalam sehari. Sebab, softlens merupakan objek eksternal yang langsung bersentuhan dengan bola mata. Apabila melebihi batas waktu tersebut, berpotensi besar mengganggu kornea mata.
Kornea atau permukaan mata mendapatkan nutrisi dari air mata, sedangkan softlens bisa menghalangi air mata yang menutrisi kornea. Jika hal itu terus-menerus terjadi, maka kualitas mata bisa menurun. “Kornea nutrisinya dari air mata. Kalau softlens dipakai terus, maka air mata sulit masuk ke kornea dan akan mengganggu kualitas mata,” urainya.
Berbeda dengan kacamata yang tidak langsung bersentuhan dengan mata. Dokter yang praktik di Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) Jember itu menjelaskan, kacamata bisa dipakai setiap kali beraktivitas tanpa batas waktu. Sebagai alat bantu, keduanya memang perlu dipakai oleh penderita kelainan mata. Tentunya, ada efek jangka panjang yang ditimbulkan jika tidak memakai alat bantu. Salah satu efeknya adalah mata mudah lelah, sebab penglihatan dipaksakan.
Lebih lanjut, dr Fredy menerangkan, ada beberapa cara melakukan perawatan softlens agar tetap sehat digunakan. Yaitu, kebersihan benda tersebut harus benar-benar dijaga. Dipastikan kehigienisan dengan selalu membersihkan softlens sebelum dan sesudah dipakai. Selain itu, tangan juga harus dicuci sebelum memegang softlens. (sil/c2/dwi)
Editor : Radar Digital