alexametrics
28.2 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Dinkes Jember Bentuk Satgas, Cegah Hepatitis Akut

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus hepatitis akut menjadi penyakit baru yang perlu diwaspadai. Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember mulai bersiap membuat satgas untuk mengantisipasi adanya penularan di Jember.

BACA JUGA : Kertas Minyak Bukan Jaminan Bebas Hepatitis A

Rita Wahyuningsih, Plt Ketua Bidang P2P Dinkes Jember, mengonfirmasi bahwa belum ada laporan kasus hepatitis akut di Jember. Meski, kata dia, sudah ada tiga kasus meninggal yang dilaporkan dari RSCM Jakarta. Karenanya, kewaspadaan terhadap penyakit ini perlu ditingkatkan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menindaklanjuti surat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait kewaspadaan hepatitis akut, pihaknya akan melakukan penyuluhan dan promosi sebagai upaya pencegahan dan deteksi dini. “Penguatan pelaporan dan penanganan dugaan kasus di tingkat puskesmas, klinik, dan rumah sakit,” tuturnya melalui pesan singkat, Selasa (10/5).

Tak hanya itu, Dinkes juga akan menjalin koordinasi lintas sektoral dalam upaya preventif atau pencegahan hingga promotif atau sosialisasi kepada masyarakat. Sebagai bentuk persiapan, tambah Rita, pihaknya akan membentuk tim Satgas Hepatitis Akut. “Tim Satgas Hepatitis Akut sedang dalam proses pembentukan,” lanjutnya.

Berbagai unsur terkait dan lintas sektor akan dikerahkan untuk menyukseskan pembentukan tim satgas ini. Kemudian, Rita menjelaskan, sarana pelayanan akan disiapkan. Selain itu, menyediakan tempat rujukan di faskes.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus hepatitis akut menjadi penyakit baru yang perlu diwaspadai. Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember mulai bersiap membuat satgas untuk mengantisipasi adanya penularan di Jember.

BACA JUGA : Kertas Minyak Bukan Jaminan Bebas Hepatitis A

Rita Wahyuningsih, Plt Ketua Bidang P2P Dinkes Jember, mengonfirmasi bahwa belum ada laporan kasus hepatitis akut di Jember. Meski, kata dia, sudah ada tiga kasus meninggal yang dilaporkan dari RSCM Jakarta. Karenanya, kewaspadaan terhadap penyakit ini perlu ditingkatkan.

Menindaklanjuti surat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait kewaspadaan hepatitis akut, pihaknya akan melakukan penyuluhan dan promosi sebagai upaya pencegahan dan deteksi dini. “Penguatan pelaporan dan penanganan dugaan kasus di tingkat puskesmas, klinik, dan rumah sakit,” tuturnya melalui pesan singkat, Selasa (10/5).

Tak hanya itu, Dinkes juga akan menjalin koordinasi lintas sektoral dalam upaya preventif atau pencegahan hingga promotif atau sosialisasi kepada masyarakat. Sebagai bentuk persiapan, tambah Rita, pihaknya akan membentuk tim Satgas Hepatitis Akut. “Tim Satgas Hepatitis Akut sedang dalam proses pembentukan,” lanjutnya.

Berbagai unsur terkait dan lintas sektor akan dikerahkan untuk menyukseskan pembentukan tim satgas ini. Kemudian, Rita menjelaskan, sarana pelayanan akan disiapkan. Selain itu, menyediakan tempat rujukan di faskes.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus hepatitis akut menjadi penyakit baru yang perlu diwaspadai. Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember mulai bersiap membuat satgas untuk mengantisipasi adanya penularan di Jember.

BACA JUGA : Kertas Minyak Bukan Jaminan Bebas Hepatitis A

Rita Wahyuningsih, Plt Ketua Bidang P2P Dinkes Jember, mengonfirmasi bahwa belum ada laporan kasus hepatitis akut di Jember. Meski, kata dia, sudah ada tiga kasus meninggal yang dilaporkan dari RSCM Jakarta. Karenanya, kewaspadaan terhadap penyakit ini perlu ditingkatkan.

Menindaklanjuti surat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait kewaspadaan hepatitis akut, pihaknya akan melakukan penyuluhan dan promosi sebagai upaya pencegahan dan deteksi dini. “Penguatan pelaporan dan penanganan dugaan kasus di tingkat puskesmas, klinik, dan rumah sakit,” tuturnya melalui pesan singkat, Selasa (10/5).

Tak hanya itu, Dinkes juga akan menjalin koordinasi lintas sektoral dalam upaya preventif atau pencegahan hingga promotif atau sosialisasi kepada masyarakat. Sebagai bentuk persiapan, tambah Rita, pihaknya akan membentuk tim Satgas Hepatitis Akut. “Tim Satgas Hepatitis Akut sedang dalam proses pembentukan,” lanjutnya.

Berbagai unsur terkait dan lintas sektor akan dikerahkan untuk menyukseskan pembentukan tim satgas ini. Kemudian, Rita menjelaskan, sarana pelayanan akan disiapkan. Selain itu, menyediakan tempat rujukan di faskes.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/