alexametrics
29.6 C
Jember
Saturday, 20 August 2022

Sebelum Berkurban, Kenali Ciri-Ciri Hewan PMK

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, Radar Jember – Hari Raya Idul Adha tak dapat dipisahkan dengan ibadah kurban. Di sejumlah lokasi, termasuk di Jember, nantinya juga banyak pemotongan hewan kurban. Warga muslim pun sangat dianjurkan untuk mempersembahkan ibadah ini.

BACA JUGA : Suami Gelap Mata Tega Bacok Istri

Hewan yang dikurbankan tentunya bukan sembarang hewan. Di Indonesia dan Jember, masyarakat sudah cukup umum berkurban dengan kambing, domba, dan sapi. Mengingat pada saat ini ada penyakit mulut dan kuku (PMK), maka mencermati kesehatan hewan yang akan dikurbankan menjadi bagian penting untuk dilakukan warga.

Mobile_AP_Rectangle 2

Lebih khusus pada kambing, domba, dan sapi, masyarakat dianjurkan lebih waspada memilih ketiga jenis hewan tersebut. Anjuran itu karena jumlah hewan yang sakit, khususnya sapi, nyaris mencapai 10 ribu ekor. Jika sebelumnya semua warga harus waspada karena pandemi korona, pada Idul Adha kali ini harus mewaspadai kesehatan hewan.

Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jember drh Elok Kristanti membenarkan keharusan memilih hewan kurban. Terutama sapi. Dia pun membeberkan kiat agar pelaksanaan kurban bisa dilakukan dengan aman dan lancar. “Pertama yang dilihat adalah kondisi kesehatan sapi. Pastikan sapi yang dibeli atau yang akan disembelih sehat. (Kondisinya, Red) normal seperti biasa, tidak ada gejala sakit,” katanya.

Bagi warga yang akan berkurban dengan hewan yang dibeli di pasar atau pada peternak langsung, saat pembelian dianjurkan berhati-hati. “Jika sapinya mengarah pada gejala PMK, lebih baik hati-hati saja saat membeli hewan,” imbuh Elok.

- Advertisement -

SUMBERSARI, Radar Jember – Hari Raya Idul Adha tak dapat dipisahkan dengan ibadah kurban. Di sejumlah lokasi, termasuk di Jember, nantinya juga banyak pemotongan hewan kurban. Warga muslim pun sangat dianjurkan untuk mempersembahkan ibadah ini.

BACA JUGA : Suami Gelap Mata Tega Bacok Istri

Hewan yang dikurbankan tentunya bukan sembarang hewan. Di Indonesia dan Jember, masyarakat sudah cukup umum berkurban dengan kambing, domba, dan sapi. Mengingat pada saat ini ada penyakit mulut dan kuku (PMK), maka mencermati kesehatan hewan yang akan dikurbankan menjadi bagian penting untuk dilakukan warga.

Lebih khusus pada kambing, domba, dan sapi, masyarakat dianjurkan lebih waspada memilih ketiga jenis hewan tersebut. Anjuran itu karena jumlah hewan yang sakit, khususnya sapi, nyaris mencapai 10 ribu ekor. Jika sebelumnya semua warga harus waspada karena pandemi korona, pada Idul Adha kali ini harus mewaspadai kesehatan hewan.

Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jember drh Elok Kristanti membenarkan keharusan memilih hewan kurban. Terutama sapi. Dia pun membeberkan kiat agar pelaksanaan kurban bisa dilakukan dengan aman dan lancar. “Pertama yang dilihat adalah kondisi kesehatan sapi. Pastikan sapi yang dibeli atau yang akan disembelih sehat. (Kondisinya, Red) normal seperti biasa, tidak ada gejala sakit,” katanya.

Bagi warga yang akan berkurban dengan hewan yang dibeli di pasar atau pada peternak langsung, saat pembelian dianjurkan berhati-hati. “Jika sapinya mengarah pada gejala PMK, lebih baik hati-hati saja saat membeli hewan,” imbuh Elok.

SUMBERSARI, Radar Jember – Hari Raya Idul Adha tak dapat dipisahkan dengan ibadah kurban. Di sejumlah lokasi, termasuk di Jember, nantinya juga banyak pemotongan hewan kurban. Warga muslim pun sangat dianjurkan untuk mempersembahkan ibadah ini.

BACA JUGA : Suami Gelap Mata Tega Bacok Istri

Hewan yang dikurbankan tentunya bukan sembarang hewan. Di Indonesia dan Jember, masyarakat sudah cukup umum berkurban dengan kambing, domba, dan sapi. Mengingat pada saat ini ada penyakit mulut dan kuku (PMK), maka mencermati kesehatan hewan yang akan dikurbankan menjadi bagian penting untuk dilakukan warga.

Lebih khusus pada kambing, domba, dan sapi, masyarakat dianjurkan lebih waspada memilih ketiga jenis hewan tersebut. Anjuran itu karena jumlah hewan yang sakit, khususnya sapi, nyaris mencapai 10 ribu ekor. Jika sebelumnya semua warga harus waspada karena pandemi korona, pada Idul Adha kali ini harus mewaspadai kesehatan hewan.

Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jember drh Elok Kristanti membenarkan keharusan memilih hewan kurban. Terutama sapi. Dia pun membeberkan kiat agar pelaksanaan kurban bisa dilakukan dengan aman dan lancar. “Pertama yang dilihat adalah kondisi kesehatan sapi. Pastikan sapi yang dibeli atau yang akan disembelih sehat. (Kondisinya, Red) normal seperti biasa, tidak ada gejala sakit,” katanya.

Bagi warga yang akan berkurban dengan hewan yang dibeli di pasar atau pada peternak langsung, saat pembelian dianjurkan berhati-hati. “Jika sapinya mengarah pada gejala PMK, lebih baik hati-hati saja saat membeli hewan,” imbuh Elok.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/