Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Ramadhan 2026: Ponpes di Jelbuk Jember Ini Sudah Tarawih Senin Malam, Ini Penjelasannya!

Maulana RJ • Senin, 16 Februari 2026 | 19:12 WIB

Masjid Mahfilud Dorur yang akan digunakan oleh sebagian besar masyarakat Desa Suger Kidul untuk melakukan Salat Idul Fitri 1444 Hijriyah pada hari Selasa 9 April 2024. (Dok. JPRJ)
Masjid Mahfilud Dorur yang akan digunakan oleh sebagian besar masyarakat Desa Suger Kidul untuk melakukan Salat Idul Fitri 1444 Hijriyah pada hari Selasa 9 April 2024. (Dok. JPRJ)

SUGER KIDUL, Radar Jember – Di saat mayoritas umat Muslim di tanah air masih menantikan hasil sidang isbat Pemerintah, suasana berbeda justru mulai terasa di sudut utara Kabupaten Jember yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bondowoso. 

Lantunan sholat tarawih mulai bergema dari Masjid Pondok Pesantren Mahfilud Duror, Desa Suger Kidul, Kecamatan Jelbuk, pada Senin malam (16/2/2026).

Keluarga besar Pondok Pesantren Mahfilud Duror beserta ribuan jemaahnya secara resmi mengawali ibadah puasa Ramadhan 1447 Hijriah pada hari Selasa, 17 Februari 2026. 

Baca Juga: Gus Fawait Komandoi Langsung Pasukan Lintas Sektor! Jember Siaga Penuh Hadapi Ancaman Bencana Hingga Pelosok Desa

Keputusan ini menjadikan warga Suger Kidul sebagai salah satu kelompok masyarakat pertama yang memulai ibadah puasa tahun ini di Jawa Timur.

Pengasuh Pondok Pesantren Mahfilud Duror, KH Ali Wafa, memberikan keterangan terbuka untuk menjawab rasa penasaran publik dan para jemaahnya. 

Melalui sebuah unggahan video singkat, ia mengemukakan jadwal pelaksanaan ibadah tersebut, dalam Bahasa Madura.

"Assalamu'alaikum Warahmatullahi wabarakatuh. Suger insya Allah malam Selasa sudah tarawih. Karena banyak yang minta keterangan, jadi kalau Suger, tepat malam Selasa sudah tarawih," tutur KH. Ali Wafa, Senin (16/2/2026).

Baca Juga: Update Dampak Banjir Jember 2026: 7.445 KK Terdampak, Ratusan Mengungsi, 1 Meninggal Dunia

Tradisi memulai puasa lebih awal ini bukanlah hal baru, melainkan kearifan lokal yang telah dijaga selama puluhan tahun secara turun-temurun. 

Jika mayoritas umat Islam menggunakan metode rukyatul hilal global atau hisab kontemporer, Ponpes Mahfilud Duror memiliki sandaran literatur klasik yang kokoh.

Mereka merujuk pada Kitab Najhatul Majalis karya Syaikh Abdurrahman As-Sufuri Asy-Syafii. 

Baca Juga: Darurat Perlindungan Anak, Komisi X DPR Soroti Kasus Oknum Guru SDN di Jember Telanjangi Murid

Dalam kitab kuning legendaris tersebut, sistem penghitungan awal bulan suci didasarkan pada pendapat Imam Ja’far ash-Shodiq, salah satu keturunan Rasulullah SAW, yang memiliki rumusan khusus dalam menentukan siklus penanggalan.

Meskipun terdapat perbedaan waktu dengan ketetapan pemerintah maupun organisasi keagamaan besar lainnya, harmoni di desa ini tetap terjaga.

Perbedaan ini justru memperkaya khazanah keberagaman Islam di Jember, di mana keyakinan spiritual dan penghormatan atas tradisi ulama terdahulu tetap tegak berdiri di tengah arus modernitas.

Baca Juga: Usai Tetapkan Tanggap Darurat, Pemkab Jember 'Wadul' Gubernur Demi Percepat Pemulihan Infrastruktur Pasca-Banjir

Kini, warga Suger Kidul telah memasuki hari pertama puasa pada Selasa 17 Februari 2026.

Sementara umat Islam lain di Indonesia dalam menentukan awal Ramadhan 1447 Hijriah pada Februari 2026 ini diprediksi berbeda-beda. Namun mayoritas umat muslim mengikuti hasil sidang isbat MUI berdasarkan penghitungan hisab dan pantauan hilal di berbagai titik di tanah air.

 

Editor : M. Ainul Budi
#puasa #Jember #jadwal puasa #ramadhan #shalat tarawih #kitab kuning #puasa ramadhan 2026 #Rasullullah SAW #suger kidul #MUI #hisab #hilal #Mahfilud Duror