Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

DPRD Jember 'Sidang' Direksi 3 Rumah Sakit Milik Pemkab: Kejar Target Ratusan Miliar, Realistis atau Ambisius?

Sidkin • Jumat, 13 Februari 2026 | 04:00 WIB
ACHMAD DHAFIR SYAH, Anggota Komisi D DPRD Jember.
ACHMAD DHAFIR SYAH, Anggota Komisi D DPRD Jember.

Radar Jember – Komisi D DPRD Jember memanggil tiga direksi rumah sakit daerah (RSD) untuk memaparkan progres dan target pendapatan RS.

Rapat dengar pendapat (RDP) ini digelar maraton di ruang Banmus DPRD Jember, Kamis (12/2).

Secara berurutan, dewan memanggil RSD Kalisat, RSD dr Soebandi, dan terakhir RSD Balung. Komisi D ingin memastikan lonjakan target anggaran 2026 realistis dan bisa dicapai.

Anggota Komisi D DPRD Jember Achmad Dhafir Syah mengatakan, pihaknya ingin memastikan sejauh mana realisasi pendapatan ketiga rumah sakit tersebut.

Mulai dari pendapatan harian hingga bulanan sebagai badan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Evaluasi dilakukan dari pagu awal hingga proyeksi akhir tahun.

Selain itu, DPRD juga menyoroti kesiapan target 2026 yang sudah ditetapkan meski anggaran riil belum tersedia.

Menurut Dhafir, penentuan target pendapatan tiga RSD milik Pemkab Jember yang berstatus BLUD itu tentu memiliki dasar.

Yakni, harus melampaui capaian tahun sebelumnya. Namun, target 2026 dicanangkan justru naik signifikan. Hal ini menjadi tantangan bagi para jajaran direksi.

Kami mempertanyakan apakah target 2026 itu akan tercapai. Karena mereka ini baru menjabat awal tahun ini,” katanya.

Ia mencontohkan RSD dr Soebandi, pada tahun 2025 mendapatkan pendapatan di angka Rp 265 miliar. Sementara, target tahun ini 2026 mencapai Rp 330 miliar.

Kenaikan itu dinilai masih realistis karena status RSD dr Soebandi sebagai rumah sakit tipe B dan rujukan RS kawasan Tapal Kuda.

Namun, kondisi berbeda terjadi di RSD Kalisat dan Balung.

“RSD Balung ini yang kami soroti karena kenaikannya cukup signifikan. Dari Rp 86 miliar menjadi Rp 144 miliar,” ungkapnya.

Meski begitu, Politisi PKS ini menilai, RSD Balung masih memiliki peluang memenuhi target tersebut.

Pada triwulan ketiga, rumah sakit itu diproyeksikan menerima tambahan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) dari pemerintah pusat.

“Ada bonus, dalam tanda kutip berupa DAK dan DBHCHT sekitar Rp 30 miliar yang bisa membantu,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Direktur RSD Balung dr Andre Kusuma menyatakan optimistis target dapat tercapai.

Ia menegaskan, pihaknya akan mendorong peningkatan layanan, memaksimalkan program UHC, serta menambah kapasitas tempat tidur guna mendongkrak pendapatan.

Langkah itu diyakini mampu menjawab tantangan yang telah ditetapkan.

“Kami siap berupaya maksimal agar target pendapatan 2026 ini bisa terpenuhi,” tandasnya. (kin/dwi)

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #RSD Balung #RSD #RSD Kalisat #RSD dr Soebandi Jember