KARANGPRING, Radar Jember - Sebuah jembatan penghubung di Dusun Durjo, Desa Karangpring, Kecamatan Sukorambi putus pada Sabtu (7/2) pukul 13.30 wib.
Putusnya jembatan alternatif itu akibat bagian pondasi disisi barat ambrol akibat diterjang derasnya aliran sungai dan air dari jalan.
Putusnya jembatan membuat 40 kepala keluarga harus menempuh jalur memutar yang lebih jauh untuk bisa sampai ke rumahnya.
“Sebab, bila melewati jembatan dengan ukuran lebar 1,5 meter X 20 meter itu lebih dekat dengan jalan aspal,” kata Wahyudi, Kepala Dusun Durjo, Desa Karangpring, Sukorambi.
"Sebenarnya jembatan yang mulai retak dibagian pondasi sebelah barat itu mau pasang paku bumi. Karena pondadinya memang retak akibat tergerus banjir," imbuh Wahyudi.
"Ternyata jembatan ambrol duluan hingga putus. Putusnya jembatan itu akhirnya dievakuasi untuk diturunkan dan diganti dengan bambu," lanjut dia.
Evakuasi jembatan yang putus itu menggunakan alat trek manual.
Dan jembatan untuk pengendara sepeda motor diganti bambu. Jembatan sementara diganti dengan bambu.
“Karena keberadaan jembatan itu hanya untuk pengendara sepeda motor saja. Karena jaraknya lebih dekat daripada harus memutar lebih jauh,” pungkasnya.(jum/bud)
Editor : M. Ainul Budi