Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Tak Hanya Angkat Senjata, Prajurit Yonif 509 Kostrad Ini Jago Budi Daya Anggur

M Adhi Surya • Kamis, 5 Februari 2026 | 04:00 WIB

INSPIRATIF: Prajurit Yonif Raider 509 Kostrad, Yohanes Hiariej memberi edukasi kepada mahasiswa di green house anggur milik Faperta Unmuh.
INSPIRATIF: Prajurit Yonif Raider 509 Kostrad, Yohanes Hiariej memberi edukasi kepada mahasiswa di green house anggur milik Faperta Unmuh.

Radar Jember - Dari barak Yonif Raider 509 Kostrad hingga kebun anggur di sudut Jember.

Yohanes Hiariej prajurit aktif sekaligus atlet lari itu kini menekuni budi daya anggur, menggabungkan disiplin militer dengan peluang ekonomi dan edukasi masyarakat.

Di bawah terik matahari Jember yang kian meninggi, Yohanes Hiariej melangkah pelan di antara pot-pot anggur yang berjejer rapi di dalam green house.

Tangannya sesekali terulur, membetulkan posisi daun, memastikan dompolan buah tumbuh sempurna. Gerakannya tenang, terukur, nyaris tanpa kata.

Suasana pagi itu jauh dari gambaran dunia militer. Tak ada aba-aba, tak ada suara sepatu yang menghentak tanah.

Hanya terdengar gemericik air dan gesekan dedaunan tertiup angin. Namun, di balik ketenangan itu, disiplin khas seorang prajurit tetap terasa.

Yohanes adalah prajurit aktif Yonif Raider 509 Kostrad. Ia juga dikenal sebagai atlet lari.

Dua dunia yang sama-sama menuntut ketahanan fisik, fokus, dan konsistensi. Di situlah nilai-nilai yang terus dibawa ke kebun anggur.

Rutinitas berkebun dijalaninya dengan kesungguhan yang sama seperti latihan militer. Setiap hari ada jadwal, setiap tanaman mendapat perhatian.

Baginya, anggur bukan tanaman yang bisa dirawat dengan tergesa-gesa. Semua membutuhkan waktu, ketelatenan, dan perhitungan yang matang.

 

Ketertarikan Yohanes pada budi daya anggur bermula sekitar empat tahun lalu. Awalnya sekadar mencoba, namun perlahan berubah menjadi keseriusan.

Ia mulai mengembangkan berbagai varietas dan mempelajari karakter tiap tanaman. Dari sana, ia melihat peluang dan bukan hanya secara ekonomi, tetapi juga edukasi.

“Karena jenisnya unik dan buahnya bersih. Anggur relatif mudah masuk pasar modern, apalagi jika dikemas dengan menarik,” ujarnya.

Keunggulan lain, menurut Yohanes, anggur tergolong fleksibel. Tanaman ini bisa tumbuh di lahan terbatas.

Bahkan, pekarangan rumah bisa disulap menjadi kebun produktif. Pot-pot buatan yang disusun rapi mampu menghadirkan green house mini yang sekaligus menjadi ruang belajar.

Konsep itu pula yang ia terapkan di kebunnya. Dengan tiket masuk berkisar Rp 2 ribu hingga Rp 5 ribu, pengunjung, termasuk mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember dapat belajar langsung tentang budi daya anggur.

Mulai dari teknik perawatan, pemangkasan, hingga mengenal berbagai varietas.

Sebagai Ketua Asosiasi Pegiat Anggur Indonesia (APAI) Jember, Yohanes menilai daerah ini memiliki modal alam yang cukup mendukung.

Suhu Jember yang relatif panas dinilai cocok untuk pertumbuhan anggur, asalkan diimbangi dengan perawatan yang tepat.

“Suhu panasnya cukup tinggi. Tentu harus dibarengi dengan perawatan yang benar,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya penggunaan green house. Fasilitas ini berfungsi melindungi tanaman dari serangan hama, jamur, dan penyakit akibat perubahan cuaca.

Dengan perlindungan yang baik, kualitas buah dapat dijaga hingga masa panen.

Dari sisi ekonomi, anggur menawarkan nilai jual yang menjanjikan. Varietas Heliodor, misalnya, dipasarkan sekitar Rp 100 ribu per kilogram.

Sementara Jupiter bisa menembus Rp 150 ribu per kilogram.

“Minatnya tinggi, apalagi kalau panen dibarengi edukasi,” ujarnya. (dhi/dwi)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#prajurit tni #Jember #Budi daya Anggur #Yonif Raider 509