Radar Jember - Intensitas curah hujan yang terjadi di Kabupaten Jember dan beberapa Kecamatan sudah membawa dampak.
Dampak dari hujan yang turun cukup deras hingga merusak fasilitas umum (fasum) seperti jembatan dan rumah warga yang ada di sekitar daerah aliran sungai (DAS).
Bahkan ada beberapa rumah yang ada di perumahan juga menjadi korban.
Puluhan rumah warga yang ada tinggal di perumahan maupun yang menempati di sekitar DAS banyak yang terdampak.
Salah satunya sebuah jembatan hasil swadaya masyarakat di Dusun Genjit dengan Dusun Krajan, Desa Karangbayat, Kecamatan Sumberbaru yang rusak.
Hal itu setelah hujan cukup deras sejak Senin (8/12) lalu.
Jembatan sepanjang 80 meter dengan lebar 1,2 meter itu rusak setelah diterjang banjir Sungai Genjit yang membawa potongan kayu dari hulu.
Potongan kayu bahkan masih banyak yang tersangkut jembatan di Sungai Genjit.
Hasan, 55, warga setempat mengaku dengan terjadinya banjir akibat hujan deras hingga merusak jembatan hasil swadaya masyarakat.
"Mudah-mudahan setelah dua kali diterjang banjir hingga meluap di atas jembatan itu tidak ada banjir susulan. Dengan rusaknya jembatan akibat dua diterjang banjir ini warga sudah waswas," pungkasnya.
Sementara ada tiga jembatan lainnya yang rusak akibat diterjang banjir saat sungai besar.
Ini setelah Jember diguyur hujan cukup deras pada Senin (15/12).
Dua jembatan putus yakni jembatan Gantung, Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi.
Jembatan dengan panjang 105 meter itu dibangun pada tahun 2005 dan merupakan jembatan yang menghubungkan Dusun Darungan Selatan dengan Darungan Utara, Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi.
Putusnya jembatan gantung itu warga harus memutar lebih jauh.
Terutama orang yang berangkat kerja maupun orang tua yang mengantar anaknya sekolah ke SD maupun ke SMK Negeri 5 Jember.
Sementara dua jembatan lainnya yang putus dan terancam putus berada di Dusun Krajan Selatan, Desa Patemon, Kecamatan Pakusari, putus.
Jembatan itu juga merupakan jalan alternatif warga dari dua Kecamatan yakni Kecamatan Pakusari dengan Kecamatan Arjasa.
Satu jembatan pagi terancam putus akibat sungai Bedadung banjir berada di Dusun Kloncing Utara, Desa Patemon, Kecamatan Pakusari.
Jembatan terancam putus setelah ambrol pada saat terjadi banjir.
Untuk kerusakan rumah akibat banjir yakni di Perum Puri Antirogo 1, ada 19 rumah yang terendam tetapi ada 3 rumah yang rusak.
Warga hanya berharap, setelah terjadi banjir di beberapa kecamatan akibat hujan deras pada Senin (15/12) tidak ada hujan lagi.
Karena hingga semarang ini warga masih mengaku trauma takut terjadi banjir lagi.
Sementara banjir akibat luapan Sungai Petung, di Desa Pakis, Kecamatan Panti ada dua rumah yang menjadi korban.
Dua rumah warga berada di Dudun Pertelin, Desa Pakis, Kecamatan Panti.
Beruntung saat Sungai Petung meluap pada sore hari. Sehingga warga masih bisa menyelamatkan barang barangnya.
Dari dua rumah yang menjadi langganan banjir itu rumah milik Haris, 52, dan milik Mistiyono, 57, warga Dusun Pertelon, Desa Pakis, Kecamatan Panti.
Warga mengaku tidak waswas lagi setelah DPUBMSDA Jember melakukan normalisasi Sungai Petung selama 5 hari.
Selain itu juga dipasang puluhan bronjong di bagian hulu saluran irigasi yang rusak. (jum/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh